Thu 15 Nov 2018

Anggota Brimob Bonyok Dikeroyok Puluhan Remaja Mabuk di Tanjungbalai

Para tersangka saat diamankan di Polres Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com- Berawal dari selisih paham saat berada di salah satu pusat hiburan di Tanjungbalai, seorang oknum Brimob yang bertugas di Subden 3/B Tanjungbalai, dikeroyok puluhan pemuda, pada Rabu (20/6/2018) sekira pukul 04.15 WIB.

"Pengeroyokan yang dilakukan puluhan pemuda yang dipengaruhi alkohol itu, terjadi di Jalan Sudirman Km 3,5 Tanjungbalai," ucap Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai, melalui Kasubag Humas, Iptu Jumadi, kepada hetanews.com, Jumat ( 22/6/2018).

Kejadian berawal saat korban HA, bersama 5 orang temannya sedang minum di dalam cafe tersebut. Saat itulah terjadi selisih paham antara korban dan tersangka.

Namun perselisihan tersebut dapat diselesaikan, namun ternyata tersangka masih menyimpan dendam terhadap oknum Brimob tersebut.

Ternyata di antara para tersangka ini telah mengekori korban, setelah keluar dari pusat hiburan tersebut, sambil menghubungi rekan-rekannya yang lain.

Setelah sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) puluhan remaja mabuk ini pun menghadang laju sepeda motor korban yang saat itu sendirian. Kemudian langsung menghajar korban yang mengakibatkan menderita luka pada wajah dan seluruh badannya.

Kebrutalan remaja mabuk ini dapat terhenti karena dilerai warga yang ketepatan saat itu melintas di lokasi. Selanjutnya langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Mansyur, Tanjungbalai.

“Untung saja ada warga yang melerai bang. Kalau tidak kami rasa sudah tewas korban dihajar oleh pemuda berandalan itu," ujar warga yang melihat kejadian tersebut.

Mendapat laporan peristiwa tersebut, Tim Opsnal Reserse Kriminal langsung bergerak cepat dengan mengumpulkan data kejadian.

"Hasilnya kita telah meringkus 14 orang tersangka pengeroyokan tersebut. Empat orang di antaranya adalah anak di bawah umur," ujar Iptu Jumadi.

Saat ini polisi telah menetapkan ke 14 orang sebagai tersangka pengeroyokan yakni, FA (19), RH (23), KF (21), AP (18), RT (23), AAH (18), SP (26), BAS (19), KJ (23) dan AN (25) .

Sementara 4 orang merupakan anak di bawah umur dan masih bersatus pelajar, yakni, IL (16) , YD (16) , IB (16) dan SH (16).

Penulis: ferry. Editor: gun.
Komentar 4
  • Sinta Tanjung
    maaf sebelumnya pak, berita yang bapak buat dan sampaikan ini berbeda dengan apa yang kami dengar langsung dari si korban ( brimob ) waktu di rumah sakit umum dan dari pihak keluarga pelaku. saya sebagai keluarga dari salah satu pelaku memohon agar kejadian cerita tersebut di usut dengan sebenar - benarnya agar jangan ada kesalah pahaman lagi yang terjadi.
    sekian dan terima kasih. pak mohon izin share yaa !
  • Annesh
    coba di lihat dulu,gak ada yg benar itu.bahkan media pun gak ada benarnya. di tanjungbalai, brimob memang kreak kali,sok paten. jaman kami dlu pun pernah hantam brimob,tapi gak masuk media,damai scara kekeluargaan. kami tau ulah brimob di tanjung balai kek mana,jadi media maupun siapa saja yg gak tau dan tak pernahmelihat lngsung,jangan membela kali sama brimob.kenapa gak mati brimob tu ya? syukurlah.
  • vivi handayani (may)
    sayaa setuju samaa Coment yang lain seharunyaa di usut dulu cerita sebenarnya baru di buat atau di sampai kan ke publik agar jangan mengundang kesalahpahaman
  • palo vetiga official
    kalau bisa yang bersalah harus di hukum seberat2 nya
    agar mereka jerah tidak melakukan ke anarkisan lagi..
    trima kasih..