Tebingtinggi, hetanews.com - Sahat  Maruli Tua Simorangkir (43), warga Jalan Sibolga -Tarutung, Desa Tampah, Kecamatan Sitauis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pemilik truk Colt Diesel nonor polisi (nopol) BL 8876 R dirampok  bersama supir dan kerneknya oleh komplotan perampok yang mengaku petugas memakai senjata api (senpi) laras panjang dan pendek, Kamis (21/6/2018), sekira pukul 05.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat mereka melintas menuju Medan, di Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serang Bedagai (Sergai), tepatnya di Jalinsum Tebingtinggi-Medan.

Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, AKP MT Sagala pada wartawan, membenarkan adanya kejadian perampokan pada korban saat sedang melintas menuju Kota Medan.

Dari keterangan korban pada polisi saat membuat laporan di Polsek Tebingtinggi, Kamis (21/6/2018) sekira pukul 11.00 WIB, kejadian bermula saat korban bersama kernetnya, Parulian Aritonang (36), warga Jalan umum Sibolga, Kecamatan Sitauis, Tapanuli Tengah dan supirnya, Hasan Aritonang (45), warga Desa Rampah, Kecamatan Sitauis melintas dari arah Sibolga menuju Medan dengan mengendarai truk miliknya.

Tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP),  korban disalip oleh mobil Avanza berwarna silver yang mengaku sebagai petugas. Lalu memberhentikan truk mereka sambil mengacungkan senpi.

Polisi saat melalukan penyelidikan di lokasi kejadian. (foto/juntak) 

Merasa takut, korban pun menghentikan truknya. Setelah berhenti, kemudian dari dalam mobil Avanza keluar beberapa orang dengan membawa senpi jenis laras panjang dan pendek.

Kemudian salah seorang dari pelaku datang menanyakan surat-surat kenderaan. Selanjutnya tangan para korban diborgol dan menutup mata ketiganya dengan memakai lakban, lalu  dimasukkan ke dalam mobil Avanza. 

Setelah itu, ketiga korban dibawa berputar-putar di sekitar Kota Tebingtinggi. Kemudian para korban dibuang, di areal perkebunan PT Paya Pinang di Kecamatan Tebing Syahbandar, Sergai. Dan para pelaku langsung kabur membawa truk korban.

"Akibat kejadian tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 205 juta karena kehilangan 1 unit truk, beserta 2 unit handphone (HP) dan uang sebesar Rp 3.100.000 yang juga diambil para perampok," jelas Sagala.

Sementara pelaku perampokan masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian.