HETANEWS

Mengaku Sedih, Hefriansyah Sebut Resman Panjaitan Salah Satu Putra Terbaik Kota Siantar

Wali Kota Siantar, Hefriansyah. (foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Usai halal bi halal di rumah dinas (rumdis) Wali Kota, Kamis (21/6/2018), Hefriansyah, menyampaikan rasa dukanya atas meninggalnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Resman Panjaitan.

"Ada dua kabar duka yang kita alami. Pertama kabar duka atas meninggalnya salah satu putra terbaik kota Siantar, yaitu, bapak Resman Panjaitan dan kejadian kapal tenggelam. Saya sangat bersedih setelah mendengar kabar putra terbaik kota Siantar meninggal," sebutnya.

Hefriansyah menuturkan, jika sebelumnya dia pernah mendengar Resman mengalami sakit. Namun ketika dia  ingin menjenguk, keluarga menyebutkan bahwa almarhum sudah pulang ke rumah.

"Terakhir saya dengar kabar sudah pulang ke rumah, sehingga tidak jadi menjenguk. Namun memang, kita manusia bisa berencana tetapi Tuhan lah yang menentukan. Saya sangat bersedih mendengar kabar tersebut. Saya mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya putra terbaik Siantar, semoga keluarga diberikan kekuatan," katanya. 

Baca Juga: Berita Duka Cita, Kadisdik Siantar Tutup Usia

Terkait teragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, dan adanya warga Siantar dalam kejadian tersebut, Wali Kota Hefriansyah juga berduka dan berjanji akan membantu pemakaman korban.

Hefriansyah juga menyebutkan, bahwa salah satu korban kapal tenggelam adalah anak dari sahabatnya, yakni, Fery Panggabean.

Dan dia telah menyempatkan diri untuk memberikan kata-kata penghibur kepada keluarga korban.

"Ternyata salah satu korban adalah anak teman saya, Pak Panggabean. Sebelum apel, saya menyempatkan diri ke rumah beliau untuk sekedar memberikan ucapan penghibur bagi beliau," sebutnya. 

Ditanya, apakah tidak berangkat untuk melihat lokasi, Wali Kota menegaskan, dirinya tidak ingin menjadi kendala bagi tim yang sedang mencari korban yang masih hilang. Namun Pemko Siantar sudah menurunkan tim untuk membantu mengevakuasi korban.

"Kalau saya ke sana nanti, yang ada jadi tidak bekerja, malah memperlama nanti. Jadi kita hanya membantu melalui doa saja. Kita juga mengirimkan tim untuk membantu mengevakuasi korban," ujarnya.

Penulis: tom. Editor: gun.