HETANEWS

Dua Pelajar Ini Jadi Kurir Narkoba hanya Ingin Foya-foya

Kedua tersangka saat dibekuk personil Sat Narkoba Polres Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai, membekuk 2 orang remaja yang masih berstatus pelajar.

Mereka adalah inisial BH (17) dan MA (17), keduanya warga Jalan Lintas Sumatera Km 14, gang Ikhlas, Desa Air Genting, Dusun I, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai menjelaskan, bahwa kedua pelajar SMA dan SMK di Simpang Empat Kabupaten Asahan ini, ditangkap di salah satu SPBU, di Jalan Sudirman Km 7, pada Senin (18/6/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

"Mereka kedapatan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 7 paket kecil dengan berat 0, 50 gram," ujar Irfan didampingi Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi warga sekitar yang curiga dengan aktivitas sekelompok remaja yang mencurigakan. Dari informasi tersebut, polisi pun kemudian melakukan pengintaian sejak beberapa hari lalu.

Akhirnya kasus ini terungkap setelah polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli. Dan hasilnya saat dilakukan transaksi jual beli, Satres Narkoba yang dipimpin langsung Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono langsung menciduk pelaku, bersama barang bukti narkoba.

Barang bukti yang diamankan Polisi dari kedua tersangka. (foto/ferry)

"Dari tangan tersangka BH ini, petugas kita menemukan tujuh palstik kecil yang berisi sabu sebarat 0,50 gram. Barang haram ini dibugkus dengan kertas tisu yang disembunyikan di dalam kotak rokok," ucap Irfan.

Selain itu, petugas juga menyita, 1 unit handphone (HP) merk Xiaomi warna putih, 4 bungkus plastik klip transparan kosong, 1 bungkus kotak rokok Saampoerna warna putih, 1 lembar tisu, 1 buah pipet plasti dan 1 batang pipet kaca.

Polisi juga menyita 1 unit sepeda motor merk Honda Vario warna putih karena dijadikan sebagai alat transportasi.

Hasil interogasi awal terhadap tersangka, bahwa narkoba tersebut dibeli dari seorang laki-laki berinisial OP, warga Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

“Kami ini hanya bandar kecil-kecilan aja pak. Untungnya kami pergunakan untuk happy- happy (foya-foya) saja pak,” ucap mereka kepada petugas.

Polisi melakukan pengembangan terhadap sang bandar yang berinisial OP, namun belum berhasil. Selanjutnya OP masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Sementara itu, AKBP Irfan Rifai, menghimbau kepada para orang tua agar peduli dengan anak bila mengalami perubahan secara signifikan, baik itu perubahan fisik, gaya bergaul serta dalam kehidupan sehari-hari. Karena menurutnya, peran orangtua sangat penting dalam menentukan perilaku anak.

“Saya menekankan kepada pada bapak/ibu sekalian agar anaknya tidak minuman keras ataupun mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba, karena bisa mendekatkan dengan kematian. Tingkatkan pengawasan pergaulan anak,” ujar Irfan.

Harapannya semoga anak - anak tersebut sudah tidak akan mengulangi perbuatan lagi, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun dalam bergaul serta melakukan hal - hal yang positif.

"Karena berawal dari pergaulan itulah kenakalan akan muncul, bahkan seks bebas bisa terjadi berawal dari minuman keras," tandasnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.