HETANEWS

Bupati Samosir: Belum ada Data Pasti Jumlah Penumpang KM Sinar Bangun

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon memberita keterangan pada wartawan. (foto/huget)

Samosir, hetanews.com - Bupati Samosir, Rapidin Simbolon beserta rombongan menaiki Kapal Fery untuk melakukan pemantauan pasca tenggelamnya Kapal Moto (KM) Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Selasa (19/6/2018).

Rapidin mengatakan, sampai saat ini belum dikehui pasti berapa jumlah data penumpang yang berada di kapal tenggelam itu. Sementara data penumpang kapal yang dimiliki Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Samosir juga tidak ada.

Ia mengatakan, terkait administrasi dan identitas  penumpang masih dikerjakan oleh Dishub Kabupaten Samosir. 

Untuk saat ini, kata Rapidin, pihaknya masih mengumpulkan sebanyak 65  orang data dari penumpang. Data penumpang tersebut, kata Rapidin masih sementara.

"Ini masih data yang kita kumpulkan, karena kemarin tidak ada data fixs (pasti) dari Dishub. Untuk itu, sekarang masih dikerjakan," kata Rapidin seraya mengatakan, pelayaran untuk hari ini dihentikan sementara.

Lanjutnya, nahkoda KM Sinar Bangun untuk sementara ini ditahan atas peristiwa tenggelamnya kapal tersebut. Dan untuk saat ini, pihaknya telah menurunkan sebanyak 100 orang personil untuk melakukan pencaharian.

Disinggung mengenai lemahnya kontrol terhadap kapal kapal pariwisata di Kabupaten Samosir, Rapidin menjawab pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Sumatera Utara. 

"Kita sudah koordinasi, dibatas 7 DT itu tanggung jawab Provinsi. Kita di bawah 7 DT," ucapnya.

Rapidin, saat ditanyai penyebab tenggelamnya kapal akibat over kapasitas menjawab, bahwa saat ini kawasan Danau Toba sedang dalam proyek pembangunan wisata membuat pengunjung membludak ke kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir.

Secara teknis, Rapidin belum dapat memaparkan berapa standart penumpang dalam satu kapal. 

"Jadi ini musibah, kita tidak menyalahkan siapa siapa. Ini cuaca, kita tau ombak begitu besar, padahal penumpang begitu banyaknya berjubel dari sana untuk diseberangkan kemari (Samosir). Jadi ini memang musibahlah. Kita gak bisa salahkan siapa-siapa," tukasnya mengakhiri.

Penulis: gee. Editor: aan.