HETANEWS

Kemendes Salurkan Bantuan Mesin Pakan Ikan 'Abal-Abal' ke Bumnag Simalungun

Tampak depan nomor urut 1 kanan ke kiri, Kadis DPMPN Simalungun, Lurinim Purba saat memberi keterangan mengenai Bumnag Nagori Sahkuda Bayu menerima bantuan Kemendes pada tahun 2016 dalam RDP dengan Komisi I DPRD Simalungun. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terkesan nekad menyalurkan bantuan mesin pembuatan pakan ikan abal abal ke Badan Usaha Milik Nagori (Bumnag) Kabupaten Simalungun yang terbentuk pada bulan September tahun 2017 lalu. 

Alasan menyebut 'abal-abal' alias barang rusak karena fakta di lapangan, mesin yang telah disalurkan itu masih belum dapat digunakan sesuai dengan yang diharapkan para Bumnag penerima bantuan. Bahkan membuat pihak Bumnag mengalokasikan anggaran dalam hal untuk perbaikannya. 

Itu disampaikan Pangulu Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Suyatno, Selasa (18/6/2018) menanggapi konfirmasi hetanews.com terkait kebenaran apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN), Lurinim Purba, bahwa Nagori itu ada menerima bantuan dari kemendes pada tahun 2016 silam. 

"Ah mana tahun 2016. Bumnag kita saja dibentuk bulan September 2017. Makanya sudah ada diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lihat kenyataan di lapangan bagaimana kok belum jalan mesinnya. Karena memang ya dari DPD gak bisa maksimal, open perlu diperbaiki," ungkap Suyatno dari seberang telepon. 

Lanjut Suyatno, mesinnya gak bisa produksi. Namun mereka sudah memperbaiki dengan membawa ke bengkel las bubut dan disuruh dirombak agar bisa dipergunakan.

"Kalau menurut mereka (DPMPN) bantuan dari Kementrian kita terima tahun 2016 lalu itu kan taunya ya ok ada uang bisa dari DPD," tukasnya.

Menurutnya, kenyataannya mesin itu tidak bisa mereka pakai di lapangan itu gak bisa dipakai, sehingga perlu dirombak rombak. Dia mengaku, saat ini kondiai mesin sudah bagus dan hanya tinggal menghasilkan (dioperasionalkan).

"Karena kekurangan uang, kemarin itu Rp 1 juta diambil. Soalnya ada bantuan uang dari Kementrian Rp 50 juta, juga 2 set mesin pellet," paparnya.

Dia menuturkan, Direktur Bumnag adalah Asben Munthe. Ini sesuai Surat Keputusan (SK) Pangulu Nagori yang selanjutnya dibawa ke notaris untuk dibuat aktanya.

"Upaya pemerintah desa untuk membentuk dengan tujuan kepentingan. Kan sekarang ini Bumnag memang prioritas," jelasnya. 

Dia mengaku, dari dana desa sudah dibuat sebesar Rp 229 juta untuk modal Bumnag. Namun uang itu belum bisa dipakai karena mesinnya belum bisa beroperasi.

"Ya dari dana desa tahun 2017 sebesar Rp 229 juta sekian. Saya juga tak menyetujui uang itu diambil kalau memang mesin belum beroperasi maksimal," tukasnya seraya menuturkan, usai Lebaran nanti mesin itu bisa beroperasi.

Suyatno menjelaskan, bahwa bantuan uang dari Kementrian sebesar Rp 50 juta langsung ke rekening milik Bumnag. Sebagian dananya sudah dipergunakan untuk pembelian bahan baku pellet, pembenahan mesin dan membeli material. 

Menurutnya, bantuan mesin pembuatan pakan ikan persis seperti yang diterima mereka juga nasibnya sama dengan Bumnag Nagori Manchuk, Kecamatan Hutabayu Raja. Bahkan pihak Bumnah Manchuk akan datang ke mereka guna meminta koordinasi. 

Penulis: zai. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.