Medan, hetanews.com - Unit Reskrim Polsek Sunggal mengamankan seorang pelaku pencabulan berinisial BT (28) warga Jalan Setia Luhur Gang Sair, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia/Jalan Lembaga Pemasyarakatan Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal, Dliserdang.

Kepada wartawan, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Budiman, Minggu (17/6/2018) mengatakan, peristiwa pencabulan yang dilakukan pelaku yang tak lain ayah tiri dari korban berinisial K (8) terbongkar oleh ibu kandungnya berinisial NPS pada Rabu (20/12/2017) sekira pukul 03.00 WIB.

Saat itu ibu korban terbangun dari tidur dan langsung menghidupkan lampu di dalam kamar, dikejutkan dengan melihat perbuatan pelaku yang memegangi kemaluan K. Ibu korban yang syok melihat perbuatan suaminya itu, kemudian memarahi serta memaki-maki pelaku.

"Saat ditanya ibu korban, K mengaku sudah sering dicabuli oleh pelaku dengan cara diraba-raba bagian alat vitalnya. Pelaku juga memasukkan jarinya ke dalam alat vital korban. Sedangkan pelaku tetap tidak mengakui perbuatannya. Ibu korban kemudian menceritakan hal tersebut kepada mantan suaminya M Irfan Lubis (ayah kandung korban)," kata Iptu Budiman.

Ayah kandung korban yang mendengar cerita tersebut, langsung dibawa membawa K ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Daril hasil pemeriksaan visum, ternyata selaput darah korban telah rusak. Mengetahui kejadian tersebut, ayah kandung korban langsung melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Sunggal.

"Pelaku kita amankan dari rumah kakaknya di Jalan Setia Luhur Gang Sair Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia. Pelaku sempat melarikan diri ke arah Palembang pada bulan Januari 2018. Berselang 5 bulan, pelaku pulang ke kampung halaman hendak berlebaran dengan orang tua dan keluarganya," beber Budiman.

Sementara kepada petugas, BT mengakui semua perbuatannya yang sudah sering mencabuli korban. Pelaku mengaku, bahwa dirinya melakukan aksi bejat itu dikarenakan ibu korban jika diajak berhubungan badan sering menolak.

Akibatnya, nafsu pelaku tidak sering tersalurkan, sehingga timbul niat melakukan perbuatan cabul terhadap korban dengan cara meraba-raba alat vitalnya, Perbuatan cabul yang dilakukan pelaku BT sejak tahun 2016 akhirnya erbongkarnya pada tanggal 20 Desember 2017.

Pelaku dijerat pasal 81 ayat (2) Subs 82 Ayat (1) Yo 76 E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan lama kurungan 15 tahun penjara.