HETANEWS

Ini Alasan Penolakan Pembangunan Patung Yesus di Samosir

Keturunan Op Pandua Pasaribu menyampaikan orasi penolakan pembangunan patung Yesus di Sibara-bara, Desa Janji Martahan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.. (foto/abidan)

Samosir, hetanews.com - Pembangunan patung Yesus di Sibara-bara, Desa Janji Martahan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir mendapat penolakan dari keturunan Opung Pandua Pasaribu

Mereka yang tergabung adalah Usman Pasaribu, Sahril Pasaribu, Ronal Pasaribu dan Aledy Pasaribu merupakan keturunan dari Opung Pandua Pasaribu. 

Melalui orasi damai, keturunan Opung Panduan Pasaribu menyampaikan kepada Pemkab Samosir untuk tidak memberikan segala bentuk izin pembangunan tersebut.

"Pemerintah jangan memberikan izin dalam bentuk apa pun di atas tanah opung kami dari Sibara-bara sampai ke Simussung-mussung. Kami menolak peletakan batu pertama yang dilakukan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, karena itu adalah tanah opung kami," teriak mereka.

Mereka menyatakan, belum adanya kesepakatan penyerahan tanah tersebut kepada Yayasan. Selain itu, juga telah menyurati Pemkab Samosir terkait tanah tersebut, namun tidak digubris oleh pemerintah.

"Belum pernah sepakat dan mufakat untuk menyerahkan tanah kepada siapapun. Untuk itu kami meminta transparansi," teriak mereka.

"Kami telah menyampaikan ini (penolakan-red) melalui lisan dan tulisan. Namun, pemerintah tidak menggubris atau tidak menanggapi," ujar salah seorang keturunan Opung Pandua Pasaribu orasi melalui toa.

Untuk diketahui, pembangunan patung Yesus yang direncanakan setinggi 61 meter itu dibangun melalui Yayasan Jadilah Terang Danau Toba. Yayasan yang diketuai Sudung Situmorang, melalui Sekretaris Panitia mengatakan, bahwa patung Yesus itu akan menjadi yang tertinggi di dunia.

Sementara itu, peletakan batu pertama telah ditetapkan pada hari ini, Minggu (17/6/2018). Tampak terlihat dihadiri Bupati Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Rismawati Simarmata dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samosir Edward Malau.

Penulis: abidan. Editor: aan.