HETANEWS

Beberkan Dana Desa Belum Cair 100 Persen, Kadis DPMPN Labrak Tenaga Ahli Kemendes

Kadis DPMPN Simalungun, Lurinim Purba pakai hijab tampak saat melabrak para tenaga ahli. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN), Lurinim Purba melabrak para Tenaga Ahli (TA) yang ditugaskan oleh Kementerian dmDesa (kemendes) di Kabupaten Simalungun. 

Aksi marah oknum Kadis DPMPN itu terjadi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Simalungun di ruang badan anggaran (banggar) di Kecamatan Raya, Senin (4/6/2018) lalu. 

Menurut rekaman RDP yang dihimpun, Sabtu (16/6/2018) menyebutkan, kemarahan Lurinin karena apa yang dibeberkan para TA bukan ranah dan tupoksi mereka.

"Kalau yang disampaikan beliau 305 bukti yang sudah selesai Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagori (APBNag). Saya saja selaku Kepala Dinas tidak berani menyatakan pencairan," ucap Lurinim.

Menurutnya, pencairan ada di Dinas Pendapatan (Dispenda). Lanjutnya, mana yang diusulkan pihaknya terkait dana desa boleh ditanyakan ke Dispenda. Ada sebanyak 363 desa yang diusulkan.

"Jadi yang lain belum selesai APBNagori tahun 2018 nya. Karena itu sebagai persyaratan pembayaran. Jadi mohon maaf. Tidak ada ranahnya TA menyatakan yang cair sudah sekian Nagori," tandas Lurinim. 

Sebagaimana diketahui, para TA menuding, hingga saat itu baru sebanyak 305 Nagori yang dicairkan dana desa nya. Sementara menurut Lurinim, dari 386 Nagori, sudah dicairkan dana desa nya sebanyak 363 Nagori. 

Hal ini yang membuat amarah Lurinim memuncak dan berbalik menuding para TA  tidak tau tupoksinya. Dan tidak taat untuk berkantor di wilayah Kabupaten Simalungun, walaupun sudah diperintahkan. 

Selain itu, penilaian para TA agar Pemkab Simalungun untuk senantiasa berkoordinasi dalam hal mendistribusikan dana desa juga tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Penulis: zai. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.