Simalungun, hetanews.com - Aksi pencurian dengan cara membuat korbannya tak sadarkan diri atau dibius dialami Firman Aulia (22), warga Lingkungan V Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai

Kapolsek Perdagangan, AKP Daniel Tambunan menuturkan, awalnya Sri Manja Damanik (27) warga Huta V Sibatu Batu Nagori Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun yang bekerja di salon ini menghubungi korban, Minggu (10/6/2018) untuk datang menemuinya di Simpang Inalum.

Firman akhirnya datang ke Simpang Inalum dengan mengendarai sepeda motor dan ternyata Sri Manja sudah menunggu bersama seorang pria yang tidak dikenal korban.

“Lalu korban dibawa ke rumah paman Sri Manja yang mengaku bernama Andi. Sesampainya di rumah, korban disuguhi teh manis. Sementara Andi menyuruh Sri Manja untuk membuatkan mie instan rebus,” sebut AKP Daniel, Jumat (15/6/2018).

Ternyata saat Sri Manja sedang memasak di dapur, Andi mendatanginya dan memberikan plastik bening kecil berisi serbuk bewarna coklat untuk dicampurkan ke makanan khusus untuk korban.

Bungkusan serbuk yang menyebabkan korban tak sadarkan diri.

Daniel menuturan, sesaat korban menyatap makan yang diberikan, tiba-tiba merasa pening dan ingin tidur. Lalu korban meminta obat pusing kepada Sri Manja.

Kemudian Andi meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk melihat truk pasir galian C dan Firman saat itu memberikan nya. Selanjutnya korban meminta untuk bisa beristirahat di kamar hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

Ketika korban merasa sadar, tiba-tiba sudah berada di daerah perkebunan kelapa sawit, dan kemudian mencari pertolongan. Akhirnya korban berjalan tak tentu arah sampai akhirnya pagi harinya sudah sampai di Tebing Syahbandar.

“Lalu korban dibantu oleh warga setempat untuk menaiki bus pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, korban menceritakan kejadian yang dialaminya pada keluarganya,” sebut Kapolsek.

Korban pun menceritakan jika sepeda motor, handphone (HP) dan tas ransel yang dibawanya saat menemui Sri Manja diketahui telah raib. Akhirnya setelah korban sadar, dengan didampingi pihak keluarga mendatangi Polsek Perbaungan untuk membuat pengaduan.

Sepeda motor milik korban.

Setelah mendengar keterangan korban dan saksi-saksi, personil Polsek Perdagangan dipimpin Kanit Reskrim Iptu S Pinem menuju rumah terduga pelaku.

Sesampainya di rumah pelaku, korban melihat sepeda motor miliknya sedang terparkir. Seketika itu juga petugas melakukan penggeledahan rumah dan menemukan seorang perempuan mengaku bernama Sri Manja dan Joni Damanik. Keduanya pun mengaku telah mengambil barang-barang milik korban.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih nomor polisi (nopol) BK 5044 RAV beserta STNK nya, 1 unit HP merk Vivo warna gold (emas), 1 buah tas ransel warna hitam dan 1 bungkus plastik kecil berisi serbuk warna coklat yang diduga ramuan obat-obatan.