HETANEWS

Elpiji 3 Kg Langka, Warga Minta Bupati dan DPRD Labuhanbatu Tertibkan Pangkalan Nakal

Labuhanbatu, hetanews.com - Menjelang Idul Fitri, gas elpiji 3 kg kembali menghilang dan membuat warga gelisah karena kesulitan memasak.

Warga sangat berharap agar Bupati dan DPRD Labuhanbatu, melalui Kepala Desa di Kecamatan Bilah Hilir agar mengantisipasinya. 

Pantauan wartawan, Selasa (12/6/2018),  di beberapa Desa di Bilah Hilir, salah satunya yang padat penduduknya, Desa Seitampang berjumlah 2.053 Kepala Keluarga (KK) yang mempunyai 1 pangkalan dan itu pun hanya 50 tabung gas elpiji 3 kg. 

Muhammad Asmui selaku Kepala Desa (Kades) Seitampang ketika dihubungi via handphone (HP), menjelaskan tentang langkanya gas itu hingga membuat  warganya gelisah. Warga pun mencarinya sampai ke Negeri Lama dan Ajamu.

"Memang benar itu, warga saya di 13 Dusun dan ada 2 Dusun di Perkebunan (perkebunan PT DLI dan PT CSR ) sangat susah mencari gas elpiji 3 kg. Ada pangkalan memang, namun hanya dikasi jatah 50 tabung per hari, jumlah KK 2.053 dan selebihnya kemana mencari gas,"'ujar M Asmui.

Pihaknya minta keluhan ini didengar Bupati dan DPRD Labuhanbatu, sehingga stok gas dapat diatasi. Sehingga dapat dibeli warga dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), serta membuka pangkalan gas yang baru.

"Jika ini terus berlarut-larut, kita akan bermusyawarah mengambil keputusan bersama Kepala Dusun (Kadus) dan pengurus untuk dianggarkan dana desa yang disebut BUMDES," terang Asmui.

"Desa yang lain bisa buat BUMDES, kenapa kita tidak bisa? Pangkalan gas elpiji 3 kg akan kita anggarkan," tandas Asmui.

Erwin, Tokoh Pemuda di Desa Seitampang mengatakan hal yang sama, terkait langkanya gas elpiji 3 kg.

Dia juga meminta DPRD dan Bupati untuk menertibkan pangkalan yang nakal karena mau mengambil kesempatan untuk menaikkan di atas HET.

"Kami dan seluruh warga Desa Seitampang meminta perhatian Kades untuk menganggarkan dana desa untuk dijadikan usaha pangkalan gas elpiji 3 kg mengingat sulit dan susahnya mencari gas tersebut. Warga siap untuk membuat kebijakan bersama. Kenapa desa lain bisa menjalankan dana BUMDES? Kenapa kita tidak bisa? Sementara jumlah dusun yang terbanyak di Kecamatan Bilah Hilir Desa Seitampang dengan 13 Dusun dan 2.050 KK," jelas Erwin.

Yanti, ibu rumah tangga di Seitampang, mengaku sangat sulit mendapatkan gas  dari pangkalan di Negeri lama.

"Pasalnya, kita tidak warga sana. Dan itu sudah terdata pangkalan. Sehingga saya memohon kepada Bupati dan DPRD  agar menyediakan pangkalan gas elpiji," pintanya.

Penulis: sofyan. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.