Medan, hetanews.com- Kecelakaan tunggal sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan siswa dan orangtua, berwisata Mickey Hollyday, berujung tragis.

Kecelakaan terjadi sekitar  pukul 17.00 WIB, di Jalan Jamin Ginting KM 53 Desa Bandar Baru, pada Sabtu (9/6/2018).

Bus yang hendak pulang dari Brastagi menuju Medan, mengalami kecelakaan yang diduga dikarenakan rem belong.

Sebanyak 14 orang dari peristiwa nahas tersebut harus dirujuk ke RSUP Dr Adam Malik.

Salah seorang korban Rostina Sinuraya P (58) mengatakan, mobil awalnya sudah rusak di daerah Penatapan.

"Awalnya kami kan jalan-jalan ke brastagi. Terus sudah sampai di penatapan, mobil mengalami kerusakan, sekitar dua jam kami menunggu," ujar wanita yang terbujur lemas di atas tempat tidur ruangan perawatan intensif RSUP Dr Adam Malik.

Pantauan, Rostina masih mendapat perawatan intensif di RSUP Dr Adam Malik, dengan inpus di tangannya.

Ia bercerita dengan suara yang serak dan pelan.

Rostina mengaku sebelumnya sudah berfirasat tidak enak. Apalagi ia sempat mendengar  sopir sedang sakit.

"Saya bilang ayok pindah saja ke mobil lain, namun tidak ada yang mendengarkan. Tak lama dari ucapan saya, mobil hidup dan kami pun melanjutkan perjalanan," sambung wanita bertubuh gempal dengan perban di bagian kepalanya.

Ia terbujur lemas karena mengalami luka di bagian kepalanya.

"Saya sudah sempat terucap kalau begini pasti bisa jatoh kita. Tak lama ucapan saya, mobil mengalami kecelakaan," kata Rostina, Minggu (10/6/2018).

Begitu kejadian, yang Rostina ingat hanya pengendara lain membantu memecahkan kaca belakang dan mengevakuasi korban.

"Yang saya ingat setelah kejadian, ada suara pecahan kaca, terus mereka membantu kami mengeluarkan beberapa orang. Namun saya sudah tidak sadar setelah itu, tiba-tiba saya bangun sudah di rumah sakit," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Informasi yang dihimpun dari Rostina, bus rombongan tersebut berjumlah tujuh orang, di mana bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan.

Rostina didampingi keluarga besarnya di salah satu ruangan RSUP Dr Adam Malik.

Sebanyak 14 orang dari peristiwa nahas tersebut harus dirujuk ke RSUP Dr Adam Malik.

Kepala Instalasi Gawat Darurat, dr Utama Abdi Tarigan, SpBP-R(K), pihak rumah sakit siap melayani dan merawat korban kecelakaan bus di Sibolangit.

"Kemarin kami menerima 14 orang, itu sekitar pukul 20.00 WIB, saat ini sedang dalam proses operasi dua orang pasien dengan luka di bagian kepala yang dilakukan operasi di bagian syaraf. Sementara korban  lainnya dua orang patah tulang sehingga dioperasi di otopedi," ujar pria bertubuh gempal, saat ditemui di RSUP Dr Adam Malik, Minggu (10/6/2018).

Jadi ada empat pasien, sambung dr Utama, yang menglami luka serius, ada empat orang yang sudah pulang dan dapat perawatan jalan. 

Hingga saat ini ada 10 orang yang dirawat di RSUP H Adam Malik.

"Jadi ada empat pasien dengan luka ringan, sudah diperbolehkan pulang dengan catatan rawat jalan. Nah untuk yang beberapa pasien lainnya masih mendapat perawatan intensif," sambungnya.

Adapun daftar korban yang masuk IGD RSUP Dr Adam Malik pada Sabtu (9/6/2018), mulai pukul 19.30-23.59 WIB, yakni, Chelsi Olivia (11) mengalami luka ringan, Sri Yanta Br Sembiring (26) mengalami luka ringan, Belive (2) luka ringan.

Baca Juga: Bus TK Gloria Padang Bulan Medan Terguling, Puluhan Siswa/i Patah Tulang dan Luka-luka

Karen Apuk Br Kaban (5) luka ringan, Rostina Sinuraya (58) luka ringan, Karine Gracielia (15) luka ringan, Jepayona Ginting (6), luka serius, trauma di kepala, butuh operasi dan Risma Antani (40) luka ringan.

"Jadi semua yang masuk pada awal terjadinya kecelakaan dimasukkan ke IGD untuk mendapat pertolongan pertama," kata kepala IGD, dr Utama.

Adapun pasien yang tiba mulai pada Minggu (10/6/2018) mulai dinihari hingga pukul 01.00 WIB, yakni, Naomi Pratiwi Sembiring (32), Joseph Hans Prayer Bangun (7), Eriady Syahputra Bangun (34), luka serius, kondisi GCS 10, penurunan kesadaran, normal 15.

Basrida Br Sinuraya (56), Lovely Bangun (5), mengalami nyeri kepala sejak kecelakaan, muntah, pingsan dan Elisabet Br Ginting (65).

Sedangkan yang masih berada di kamar bedah elektif, yakni, Jepayona, Eriady dan Lovely.

Sumber: tribunnews.com