Wed 19 Sep 2018

Sebelum Meninggal, Ini Janji Tukang Pijit Lisa pada Anak dan Cucunya

Mayat korban saat hendak dibawa ke rumah duka. Tribun Medan

Medan, hetanews.com- Kematian Aisyah (43) alias Lisa, meninggalkan sedih mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan, sesama tukang kusuk. Sebab, Lisa yang berstatus janda ini dikenal baik dan suka memberi.

Anak kandung Lisa, Yulida (24), saat ditemui di Rumah Sakit Umum Bhayangkara Medan, Minggu (10/6/2018), sekira pukul 15.00 WIB mengungkapkan, ia berkomunikasi terakhir dengan ibunya, Sabtu (9/6/2018), sekitar pukul 21.00 WIB melalui telepon seluler. Kala itu, ibunya menanyakan perihal kondisinya.

"Mamak memang sering menelepon aku. Hampir setiap jam dia menelepon. Cuma ingin tahu kabarku dan anakku saja," katanya.

Saat ditanya, Yulida mengaku, tak tahu banyak soal keseharian ibunya, sebab ibunya memang tak pernah bercerita. Namun ibunya pernah memberitahu, jika lapak kusuknya sering disatroni maling.

"Udah dibawanya semua barang-barangnya ke rumah kami di Johor. Banyak maling di situ katanya. Udah tiga kali kios kusuknya itu dibongkar maling,"tuturnya.

Ia mengetahui kabar ibunya telah tewas dari seorang teman ibunya, bernama Rahma, sekitar pukul 09.00 WIB.

Ia menambahkan, setelah diotopsi, tubuh ibunya langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Ekarasmi Gang Ekarosa Nomor 2, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, dan akan langsung disalatkan dan dikebumikan.

"Sempat cerita penjual es batu depan kios mamak. Kemarin mamak beli es batu sama dia. Dibilang penjual itu, 'Ambil aja lah es batunya tiga buah', dan dijawab mamak 'Enggak ah. Besok aku udah pulang kok'. Eh, rupanya berpulang ke Rahmatullah," kata Ida.

"Tertutup orangnya bang. Kemarin sempat dijanjikannya mau bawa cucunya jalan-jalan ke Mikie Holiday Berastagi pas libur lebaran,"tambah Ayu, keponakan Lisa.

Baca Juga : Lima Tusukan di Pinggang Kanan Tukang Pijit Lisa, Ditemukan Telungkup Tak Berbusana

Sementara itu, di kursi depan kamar jenazah, tampak beberapa rekan sesama tukang kusuk duduk berjejer. Mereka pun mengatakan hal senada mengenai sosok Lisa.

"Kejam kali pembunuhnya itu. Sedih lah. Udah bengkak tadi aku lihat wajah si Lisa," ucap Erin, salah satu teman Lisa sambil menangis sesenggukan.

"Issh, memanglah. Ini pelajaran bagi kita semua. Hidup ini hanya ecek-ecek, mati (kematian-red) yang betulan," tambah Nur, seorang teman Lisa yang lain.

Pantauan, proses otopsi selesai sekitar pukul 17.30 WIB. Informasi yang dihimpun, pada tubuh Lisa terdapat beberapa bekas luka, di antaranya satu luka tikam di bagian leher kiri sedalam kurang lebih 10 centimeter.

 

Sumber : tribunnews.com

Penulis: -. Editor: gun.