Thu 15 Nov 2018

Razia Tempat Hiburan Malam di Tanjungbalai, 8 Orang Positif Narkoba 

Kasat Narkoba AKP Adi Haryono memantau pemeriksaan tes urine terhadap pengunjung hiburan malam. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Masih banyaknya pusat hiburan yang beroperasi di Bulan Ramadhan membuat Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai gerah dan mengambil tindakan tegas dengan merazianya.

Kapolres kepada hetanews.com, Minggu (10/6/2018) menjelaskan, razia dilaksanakan sesuai dengan surat himbauan bersama antara Wali Kota Tanjungbalai dengan Forkopimda setempat agar tidak beroperasinya tempat hiburan malam selama Bulan Ramadhan.

"Kegiatan ini sekaligus dalam rangka Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) di wilayah hukum Polres Tanjungbalai," ucap Irfan.

Petugas BNNK melakukan tes urine terhadap pegunjung pusat hiburan. (foto/ferry)

Razia ini langsung dipimpin Kasat Reserse Narkoba, AKP Adi Haryono pada Sabtu (9/6/2018) sekira pukul 22.30 WIB dengan melibatkan 46 orang personil berbagai unsur yakni pihak Kepolisian, BNNK, Satpol PP, Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan dan Kesbang Linmas.

Sementara itu para pengunjung di sejumlah tempat karaoke terkejut karena tidak menyangka akan didatangi oleh petugas gabungan. Selain diperiksa dokumen dan identitas diri, petugas BNNK didamping Satuan Narkoba Polres Tanjungbalai juga melakukan tes urine di tempat terhadap pengunjung pusat karaoke dan cafe tersebut.

Hasilnya, dari Karaoke ‘Symponi' di Jalan Ahmad Yani, sebanyak 6 orang pengunjung positif narkoba. Sementara di Cafe Bale, Jalan Teuku Umar sebanyak 2 orang positif narkoba.

Pengunjung pusat hiburan malam yang terjaring razia. (foto/ferry)

"Untuk pengunjung yang terindikasi positif menggunakan narkotika diamankan ke Polres Tanjungbalai. Selanjutnya diserahkan ke BNNK Tanjungbalai untuk proses lebih lanjut," sebut Kapolres.

Sementara itu, Nazmi Hidayat Sinaga dari Komunitas Parlemen Jalanan (Kopaja) Kota Tanjungbalai menuturkan, ini membuktikan bahwa pihak pengusaha tempat hiburan tidak menghargai Bulan Ramadhan dan tak mengindahkan surat edaran Wali Kota tersebut.

Hal ini juga sudah terlihat dari beberapa bulan yang lalu, saat banyaknya pelajar berkaraoke pada jam belajar berlangsung tanpa adanya himbauan dari para pengusaha tersebut.

Razia gabungan yang digelar di sejumlah tempat hiburan malam. (foto/ferry)

"Kita meminta kepada Wali Kota Tanjungbalai untuk memberikan sanksi tegas terkait ketidak patuhan ini, dan mengevaluasi izin pusat hiburan tersebut. Kalau perlu mencabut izin dan menutup pusat hiburan itu," ucap Nazmi.

Penulis: ferry. Editor: aan.