HETANEWS

'Panen' Sawit PTPN IV Gunung Bayu, 2 Pelaku Dihukum Bersihkan Kantor Pangulu Nagori Perlanaan

Suasana pertemuan antara terlapor dan pelapor, Sabtu (9/6/2018), sekira pukul 11.30 WIB, di ruang Kanit Reskrim Polsek Perdagangan. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Perbuatan Riski Ardiansyah dan Rahma Doni yang nekat ‘memanen’ sawit milik PTPN IV Gunung Bayu, akhirnya bisa bernafas lega.

Karena pihak pelapor (PTPN IV Gunung Bayu,red) mau memaafkan keduanya, setelah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak (terlapor dan pelapor, red) oleh Bripka JE Siallagan, Sabtu (9/6/2018), sekira pukul 11.30 WIB, di ruang Kanit Reskrim Polsek Perdagangan.

Pertemuan itu dihadiri, Mulianto selaku Askep  PTPN IV Gunung Bayu, Sutarno, Danton scurity perkebunan sawit PTPN IV Gunung Bayu, kedua tersangka, Ngadi Bambang S, mewakili orang tua tersangka karena kebetulan orang tua mereka sudah meninggal dunia, Sudarmono, Pangulu Nagori Perlanaan, Jhonliharman Siallagan, pihak Lapas Siantar dan Bripka JE Siallagan, penyidik pembantu.

Hasil  kesepakatan, pihak terlapor meminta maaf kepada pelapor, yaitu, pihak perkebunan sawit PTPN IV Gunung Bayu, pihak yang mewakili orang tua tersangka mau bertanggung jawab terhadap kedua tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, mengambil buah kelapa sawit milik perkebunan sawit tersebut, pihak orang tua yang mewakili berjanji meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anaknya, sehingga tidak akan melanggar hukum lagi.

Terrhadap kedua tersangka telah diberikan sanksi sosial, berupa membersihkan kantor Pangulu Nagori Perlanaan selama 1 minggu. Kedua belah pihak sepakat permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak akan menuntut lagi di kemudian hari. 

Selama pelaksanaan diversi, situasi berlangsung aman.

Penulis: zai. Editor: gun.