HETANEWS.COM

Empat Truk Muatan Kayu Eucalyptus Dilepas, Ini Alasan Kepala UPT KPH Wilayah II Siantar

Keempat truk muatan kayu jenis eucalyptus saat diamankan (atas). Lokasi tempat ditahannya truk yang sudah kosong karena telah dilepas pihak UPT KPH II Siantar. (foto kolase/zai)

Siantar, hetanews.com - Empat unit truk muatan kayu eucalyptus yang diamankan sejumlah oknum aparat, Kamis (7/6/2018) ke UPT Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) Wilayah II Siantar, di Jalan Simanuk-manuk, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, dilepas.

Alasannya, karena tidak cukup bukti alias dari luar kawasan hutan.

Hal itu disampaikan Kepala UPT KPH Wilayah II Siantar, Djonner Efendi Sipahutar, Sabtu (9/6/2018), menanggapi konfirmasi hetanews.com, via ponsel. Setelah mengkroscek kebenaran informasi masyarakat, bahwa keempat truk langsung dilepas sore harinya.

"Satu kali 24 jam, kalau memang tidak terbukti kita lepas. Itu setelah kroscek lapangan dengan KPH Tobasa, untuk di wilayahnya. Sedang yang 1 unit truk dari Simalungun, juga di luar kawasan hutan. Di lahan masyarakat di Talun Sukkit," ungkapnya.

Menurutnya, dia enggan menanggapi apakah praktek pengamanan oknum aparat yang menitipkan keempat truk salah atau tidak menyalahi. "Itu bukan kapasitas kita, kalau ada mungkin kecurigaan. Lalu mengamankan, itu hak mereka," elaknya.

Dikatakan pria yang cukup vokal lagi, mengacu Permenhut Nomor 48 jika memang tidak terbukti, maka pihaknya hanya cukup melakukan pembinaan. Termasuk untuk melengkapi dokumen walau muatan yang dibawa dari luar kawasan.

"Sudah lah ya. Itu sajalah dulu. Yang pasti setelah kita kroscek lapangan, di Tobasa bekerjasama dengan KPH Tobasa, ketiga truk itu muatannya dari luar kawasan. Dan 1 truk lagi muatannya dari lahan masyarakat di Talun Sukkit," bebernya menyudahi konfirmasi.

Sebelumnya, diketahui keempat truk Colt Diesel, nomor polisi (nopol) BK 8104 TE, BK 8314 LW, BK 8481 WA, dan BK 9149 bermuatan kayu jenis eucalyptus diamankan para oknum aparat, karena muatan yang diangkut tidak memiliki dokumen yang sesuai.

Selanjutnya oknum aparat menginformasikannya ke salah satu pegawai UPT KPH Wilayah II Siantar, persisnya di daerah Simpang II, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Siantar. Setelahnya menggiring bersama keempat truk ke kantor UPT KPH Siantar.

Menurut oknum pegawai UPT KPH Wilayah II Siantar, itu dilakukannya karena merasa kurang enak, mengingat yang menitipkan keempat truk itu juga termasuk penyelenggara. Dan setelah dilaporkannya ke atasannya, juga merasa kurang diterima.

Dengan alasan, muatan ke empat truk, yakni kayu bulat jenis eucalyptus itu bukan merupakan kayu klas melainkan kayu bakar. Rencananya pemilik muatan untuk di jual ke wilayah Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun untuk kayu api perebusan mie.

Penulis: zai. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!