HETANEWS

Polres Tanjungbalai Gagalkan Peredaran Ratusan Pil Ekstasi dan Sabu Jelang Lebaran

Personil Sat Narkoba Polres Tanjungbalai saat mengamankan kedua tersangka. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan peredaran ratusan butir pil ekstasi dan sabu menjelang Lebaran 2018 .

Selain barang bukti tersebut, Satuan Reserse Narkoba juga berhasil meringkus 2 orang tersangka berinisial SN (31) dan AIB (30) yang mengaku sebagai kurir.

Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas.

Hal ini dikatakan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai kepada hetanews.com, Sabtu (9/6/2018) , awalnya petugas mendapat informasi dan melakukan penyamaran sebagai pembeli.

Setelah dilakukan penyelidikan, selanjutnya petugas sepakat melakukan transaksi dengan tersangka di Jalan Pintu Air III, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai.

Salah satu tersangka yang diamakan petugas.

"Polisi yang telah lebih dulu menyusun rencana cara bertindak  dan mengepung lokasi yang telah dipersetujui di jalan kecil yang sunyi dari pandangan umum. Saat diringkus Jumat (8/6 /2018) sekira pukul 21.30 WIB , kedua tersangka lagi duduk di atas sepeda motor," ucap Irfan Rifai.

Personil yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Adi Haryono langsung menyergap kedua tersangka dan melakukan pemeriksaan badan, pakaian serta barang bawaan.

Salah satu tersangka yang diamakan petugas.

“Narkoba ini disembunyikan di dalam sebuah tas sandang warna hitam yang dibawa tersangka. Saat dibuka ternyata berisi berbagai jenis narkoba yakni, 2 bungkusan berisi sabu-sabu seberat 220,28 gram dan 1 bungkusan berisi 490 butir pil ekstasi warna cream merek Apple," papar Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Adi Haryono.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui sabu diperolehnya dari seorang lelaki berinisial YTN, warga Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Barang bukti sabu yang diamankan.

Namun petugas tidak berhasil menemukan sang bandar tersebut setelah melakukan pencarian ke rumahnya dan YTN kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Rencananya narkoba itu akan diedarkan saat Lebaran nanti. Bahkan diedarkan ke sejumlah pusat hiburan di Tanjungbalai. Namun belum lagi beredar, para tersangka lebih dulu dibekuk.

Barang bukti ekstasi yang diamankan.

“Kedua tersangka kami kenakan pasal 114 Jo pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam hal ini, kedua tersangka diancam hukuman di atas 5 tahun," ungkap Irfan.

Menurut Irfan, hukuman ini  layak diberikan terhadap kurir dan bandar narkoba di Indonesia. Sebab, katanya, mereka-mereka yang berbisnis narkoba ini dianggap merusak generasi penerus bangsa.

Penulis: ferry. Editor: aan.