HETANEWS

Ini Ancaman Hukuman yang Bakal Menjerat Pelaku Pembunuhan Wanita Dalam Kardus di Medan

Pelaku Pembunuhan Wanita Dalam Kardus di Medan

Medan, hetanews.com - Pelaku pembunuhan seorang wanita di Medan telah diamankan pihak kepolisian, yang dimana Rika Karina Alias Huang Lisya (21) dibunuh oleh seorang pria yang berinisial A alias H, dan mayat korban dibungkus dengan kardus.

Polisi telah menangkap pria berinisial A alias H, tersangka kasus pembunuhan terhadap Rika Karina alias Huang Lisya (21) warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang yang mayatnya dibungkus di dalam kardus dan dibuang di sekitar kawasan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ampera, Jalan Karya Rakyat, Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumatera Utara, pada Rabu, 6 Juni 2018.

Tersangka A alias H bahkan telah dihadiahi timah panas di kaki kanannya, karena mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri saat akan ditangkap. Dia kini mendekam di tahanan Mapolsekta Medan Barat, Resort Kota Besar Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan penyidiknya terhadap tersangka, diketahui bahwa korban tewas setelah lehernya digorok dengan menggunakan pisau tipis bergagang pelastik warna hijau berukuran 15 sentimeter. Tersangka juga menyayat urat nadi di tangan korban.

“Sebelum digorok, tersangka juga mengaku sempat menghantamkan kepala korban ke tembok. Dia melakukan itu karena kesal setelah cekcok dengan korban,” sebut Dadang, Jumat (8/6/2018).

Setelah membunuh korban, tersangka kemudian panik dan berusaha menghilangkan bukti-bukti kejahatannya. Dia melipat badan korban ke dalam tas lalu memasukkanya ke dalam kardus dan melakbannya.

“Pisau yang digunakan untuk membunuh korban dibuang ke pinggir sungai. Sementara korban dan sepeda motornya dibiarkan di dalam gang di samping gereja, hingga akhirnya ditemukan warga dan dilaporkan ke kita,” sebut Dadang.

Atas perbuatan kejinya itu, lanjut Dadang, pelaku A alias H dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan. Polisi belum menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, karena menilai aksi pembunuhan itu sebagai bentuk spontanitas.

“Kita belum menemukan unsur berencana. Masih sekedar spontanitas karena tersangka kesal dengan korban. Dia kita jerat dengan Pasal 338 KUHPidana, ancamannya 15 tahun penjara,” tutup Dadang.

sumber: sipayo.com

Editor: sella.