HETANEWS.COM

Air Sering Mati di Narumonda Atas, PDAM Tirtauli Hanya Diam

Foto : Suasana pembayaran rekening air di PDAM Tirtauli, Jalan Porsea, Kota Siantar

Siantar, hetanews.com - Warga yang bermukim di Jalan Narumonda Atas, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan dan sekitarnya, mengeluhkan air PDAM Tirtauli yang sering mati.

Meski demikian, keluhan yang dialami para konsumen tampaknya tidak ditanggapi oleh jajaran direksi perusahaan daerah kota Siantar itu.

Salah seorang warga, Kris Panggabean (34) menuturkan, sebelumnya kondisi air di rumahnya mulai macet dan tekanan airnya rendah. Beberapa hari kemudian, air pun mulai mati dan lancar saat tengah malam saja. Kejadian seperti itu sudah berlangsung tiga hari belakang ini.

Senada disampaikan oleh Andi Nainggolan (33). Sebagai konsumen, ia kesal dengan pelayanan yang diberikan oleh PDAM Tirtauli. Apalagi, kata Andi, pembayaran air tidak boleh telat. Jika telat langsung dikenakan denda oleh pihak PDAM.

"Mau mandi pagi aja susah. Air mati. Kalau tengah malam baru hidup. Kalau pagi, selain dipakai mandi, air kan perlu untuk menyuci dan masak. Sudah tiga hari vegini," ketusnya, Jumat (8/6/2018).

Mendengar keluhan warga itu, hetanews.com mencoba menyambangi kantor PDAM Tirtauli beralamat di Jalan Porsea. Namun sayangnya, tidak seorang pun jajaran direksi yang  berada di lokasi.

Sementara Humas PDAM Tirtauli, Iwan Lubis yang dikonfirmasi mengenai hal itu belum memberikan jawaban, meski pesan yang dilayangkan telah dibaca.

Sementara itu, pelanggan PDAM Tirtauli, Zetro Nainggolan, warga yang tinggal di Jalan Nias, Kecamatan Siantar Selatan menilai, seharusnya Pemko Siantar tidak tinggal diam dalam hal ini. Apalagi, sambungnya, saat ini jajaran direksi yang baru sudah terpilih dan siap untuk mengemban tugas.

Zetro menambahkan, pelayanan PDAM kepada konsumen tidak boleh dianggap sebelah mata. Apalagi menyangkut keluhan warga terkait matinya air. Oleh karena itu, dengan tidak ditampungnya keluhan masyarakat, Wali Kota Siantar harus bersikap tegas untuk mengganti jajaran direksi yang lama.

"Pelayanan seperti ini harus ditingkatkan. Lagi pula sudah ada jajaran direksi yang terpilih dan lulus seleksi. Ngapain lagi dipake lagi direksi - direksi yang lama itu, kek gini lah hasilnya. Harapan kita, ada direksi baru, ada program dan playanan yang prima kepada konsumen," harapnya.

Penulis: gee. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!