HETANEWS

Sopir Angkot Tikam Kawan Sendiri, Begini Katanya ke Hakim

Terdakwa saat mendengarkan tuntutan jaksa. (foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Suwondo dituntut 1 tahun dan 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena menganiaya Jaka, korban yang merupakan rekannya sesama sopir angkot.

Atas tuntutan itu, Suwondo memelas agar hukumannya diringankan.

JPU Hery Santoso dalam sidang agenda tuntutan yang dihadiri hakim ketua, Fhyta didampingi Iqbal dan Simon, menyatakan perbuatan terdakwa melanggar pasal 351 ayat 1 KUHPidana.

Adapun menjadi pertimbangan hukuman terhadap pria 29 tahun ini, menurut penuntut umum, yakni, perbuatan terdakwa menyebabkan saksi korban merasa kesakitan dan terdakwa pernah dihukum atas kasus narkoba.

Sedangkan hal meringankan terdakwa, bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa mengakui terus terang perbuatanya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Usai mendengarkan tuntutan, warga Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, itu memohon agar hukumannya diringankan.

"Saya menyesal dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Saya juga sudah pernah dihukum ibu kasus narkoba," katanya kepada hakim. Hakim ketua pun menjawab agar terdakwa tidak mengulangi perbuatannya.

Diketahui, kasus bermula pada Jumat (9/2/2018), lalu, sekira pukul 12.30 WIB. Korban Jaka Michael Perwira Munthe sedang mengemudikan mobil angkot Sinar Siantar dengan membawa 1 orang penumpang. Kemudian tepat di Jalan Singosari, mobil angkot yang dikemudikan terdakwa menghalangi jalan mobil angkot saksi korban.

Kemudian saksi korban membunyikan klakson agar mobil terdakwa tidak menghalangi mobil saksi korban. Dan ketika mobil berada di Jalan Singosari Gang Salak, terdakwa memberhentikan mobilnya.

Terdakwa keluar dan turun dari mobil, lalu menghampiri saksi korban dan mengatakan kata-kata yang tak pantas disebutkan, sembari menusukkan sebuah obeng yang ada di tangannya ke arah tubuh Jaka.

Namun saksi korban sempat menangkap obeng dengan tangan. Sehingga tangan kanan saksi korban terkena ujung obeng dan mengalami luka dan berdarah. Kemudian saksi korban berkata kepada terdakwa ”udalah bang, minta maaflah aku”.

Dan orang yang ada di tempat kejadian melerai. Lalu saksi korban pergi mengemudikan mobil angkot

Akan tetapi terdakwa tetap mengejar mobil angkot saksi korban. Dan ketika sampai di Jalan Singosari Gang Sumber Sari, angkot terdakwa berhenti di depan angkot saksi korban. Lalu terdakwa turun dari mobil dan menghampiri saksi korban.

Selanjutnya masuk dari pintu belakang dan menusukkan obeng yang dipegang terdakwa ke arah tubuh saksi korban dari arah belakang.

Lalu saksi korban pergi akan tetapi terdakwa tetap mengejarnya. Sehingga karena ketakutan, saksi korban melaporkan perbuatan terdakwa kepada pihak yang berwajib.

Penulis: bt. Editor: gun.