HETANEWS

Razia Cafe Remang-Remang di Tanjung Pinggir, Pengunjung dan Pelayan Diamankan

Pengunjung dan pelayan cafe terjaring saat dilakukan razia. (foto/hug)

Siantar, hetanews.com - Satpol PP bersama Tim Terpadu menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah cafe remang-remang di kawasan Tanjung Pinggir, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (7/6/2018) malam.

Dari hasil razia, diamankan sebanyak 11 orang  yang tidak memiliki identitas dari masing-masing cafe.

Razia pekat yang digelar kali ini merupakan kegiatan dalam rangka menjaga ketertiban dan kenyamanan selama Bulan Suci Ramadhan. Kali ini Satpol PP bersama Tim Terpadu menyasar tempat hiburan yang tengah beroperasi di Tanjung Pinggir.

Saat dilakukan razia, ada beberapa tempat cafe tampak sepi dan tutup. Meskipun demikian, ada pula beberapa tempat yang masih beraktifitas. Dari tempat itu, ditemui beberapa pengunjung yang sedang menikmati minuman ditemani pelayan cafe. 

Seperti yang ditemui di Cafe Impian, Cafe Dian dan Cafe Fajar. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi itu, di antaranya ada yang sama sekali tidak memiliki identitas. Kemudian dibonyong ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Mereka yang terjaring adalah pengunjung dan pelayan cafe berjumlah 11 orang. Di antaranya 6 pria dan 5 wanita yang masih tergolong usia muda. Sementara kelima wanita itu seluruhnya merupakan pelayan cafe dan selebihnya pengunjung.

Salah seorang pelayan cafe yang ditemui di Cafe Impian terpaksa diamankan karena tidak memiliki kartu identitas atau KTP. Wanita muda yang mengenakan rok mini itu mengaku sebagai sales salah satu minuman. Ia hanya memiliki surat keterangan atau resi tercatat pada bulan Februari 2018. 

Meski demikian, ia terpaksa dibawa untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sebab resi yang dimiliknya, dinilai belum dapat dipertanggung jawabkan karena tidak memiliki bukti pendukung lainnya.

"Saya dari Medan, kerja disini sekalian sales minuman," kata wanita bergincu merah muda ini. 

Kasi Trantibum Satpol PP, Abidin Damanik saat berlangsung razia pekat menyarankan kepada setiap pengusaha cafe supaya memperhatikan status para karyawan. Terlebih asal usul dan identitas yang jelas. 

"Kami sarankan supaya siapa saja yang dipekerjakan disini agar segera mengurus KTP atau identitasnya yang jelas. Itu penting agar tidak terjadi lagi seperti ini," kata Abidin

Sekira pukul 23.40 WIB, gelar razia pekat ini berakhir. Sebanyak 11 orang yang terjaring itu pun dibonyong ke Kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan.

Sebelum diperbolehkan pulang, mereka pun membuat surat pernyataan yang didampingi wali atau orang tua.

Kasat Pol PP Robert Samosir melalui Kasi Trantibum Abidin Damanik menuturkan, razia pekat yang digelar kali ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan bersama Tim Terpadu. Tergabung di dalamnya personil Polisi Militer, personil Polres Siantar dan Humas Pemko Siantar. 

Dari keterangan yang didapat dari ke 6 pengunjung cafe itu, kata Abidin, mereka beralasan hanya ingin mencari hiburan. Keenam pria itu adalah pengunjung yang datang dari Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba.

Penulis: heru. Editor: aan.