HETANEWS

2 Warga Siantar Kembali Digari Sat Narkoba Polres Simalungun

Kedua tersangka yang diamankan Sat Narkoba Polres Simalungun. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com- Setelah pengembangan kasus penangkapan narkoba di Saribudolok, Sat Narkoba Polres Simalungun, akhirnya berhasil meringkus dua tersangka dari dua lokasi berbeda, di Kota Siantar, Senin (4/6/2018), lalu, pukul 11.00 WIB.

Barang bukti dari kedua tersangka, 1 unit handphone merk samsung, uang sejumlah Rp 3.060.000, 9 bungkus plastik klip sedang diduga berisikan narkotika jenis sabu, dan 1 unit handphone merk nokia.

Kedua tersangka, yakni, Ismanto alias Indra alias Bedol (35), warga Jalan Sadum Pondok Indah, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, ditangkap dari rumahnya.  Sementara Paidi, alias Wak Pai (45), warga Jalan Serdang, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, ditangkap dari Jalan Singosari, Simpang PP Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Senin (4/6/2018),  pukul 16.00 WIB.

Informasi yang diterima dari Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP J Sembiring, Selasa (5/6/2018), pukul 17.00 WIB, mengatakan, jika penangkapan kedua tersangka berawal dari Sahala Fatan Frizen Agust Purba, bersama 6 rekannya yang ditangkap dari wilayah Saribudolok, Kecamata Silimakuta Kabupaten Simalungun, (31/5/2018) lalu.

Salah seorang diantara 6 pelaku, bernama Wisnu Wardani alias Tole, mengakui bahwa sabu yang dijual kepada Rido dan Lepek. Kemudian keduanya menjual kembali kepada Sahala Fatan yang sebelumnya sabu tersebut diperoleh dari Bedol alias Indra yang dibelinya hari itu, seharga Rp 4.000.000.

Narkotika jenis sabu diserahkan di dekat rumah Wisnu Wardani alias Tole. Berdasarkan informasi tersebut, anggota Opsnal Narkoba Simalungun pun melakukan lidik terhadap Bedol, pada Senin (4/6/2018), pukul 10.00 WIB, di Jalan Sadum Pondok Indah, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.

"Benar saja, Ismanto alias Bedol sedang berada di dekat rumahnya. Seketika itu juga, ia pun ditangkap dan dilakukan sederetan pertanyaan. Akhirnya tersangka mengakui, bahwa benar ia telah menjual sabu kepada Tole, pada hari Rabu (30/5/2018), lalu, di dekat rumah Tole sebanyak 5 gram dengan harga Rp 4.000.000, “beritahu Kasat Narkoba.

Lanjutnya, "tersangka bedol juga mengakui, bahwa narkotika jenis sabu yang diserahkannya kepada Tole diperolehya dari Suer. Saat dilakukan penggeledahan terhadap Bedol, ditemukan barang bukti, berupa daftar barang bukti beserta uang tunai hasil kutipan penjualan sabu milik Suer, “beber Kasat.

Setelah dilakukan pengembangan dan pencarian terhadap Suer, Tim Opsnal Narkoba Polres Simalungun tidak berhasil menemukan keberadaan Suer. Namun Bedol juga mengakui, jika sabu seberat 1 gram telah ia jual kepada Paidi alias Wak Pai, pagi harinya, Senin (4/6/2018), pukul 10.00 WIB, katanya.

Pengejaran pun kembali dilakukan dan berhasil menangkap dari depan rumah orang. Setelah digeledah, dari tubuhnya ditemukan daftar barang bukti, "Kini kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Mako Sat Narkoba Polres Simalungun,”tutup Kasat Narkoba.

Penulis: zai. Editor: gun.