Simalungun, hetanews.com - Dua PNS Pemko Siantar, masing-masing berinisial A alias Kiki (35), warga jalan Seram Bawah, Kelurahan Bantan dan ZH alias Ijul (38), warga jalan Blok II Sibatu-batu, Kelurahan Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasar, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (5/6/2018). 

Sebelum dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Christianto Situmorang, ketua majelis hakim, Lisfer Berutu, menanyakan status para terdakwa A alias Kiki berstatus PNS di Disperindag dan ZH sebagai PNS di Dishub Kota Siantar. Keduanya diadili, terkait penyalahgunaan narkotika.

Menurut jaksa Christianto, kedua terdakwa ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, pada Jumat , 16 Maret 2018, lalu, sekira pukul 09.00 WIB di rumah terdakwa ZH.

Sebelum digerebek, petugas telah mengikuti terdakwa Kiki yang menurut informasi sering bertransaksi narkotika jenis sabu, di daerah Tengko, Kabupaten Simalungun.

Dari situlah, petugas mengikuti terdakwa Kiki yang mengendarai sepeda motor, ternyata menuju rumah ZH. Saat rumah diketuk petugas, bersama pemerintah setempat, 10 menit kemuadian baru dibuka.

Petugas mengamankan Kiki dan Ijul, berama barang bukti sepaket sabu seberat 0.15 gram yang diakui milik para terdakwa. Barang haram itu diperoleh secara gratis dari Muhazir (DPO).

Selain sepaket sabu, dari samping rumah Ijul, ditemukan bong dan alat hsap sabu serta 10 plastik transparan kosong yang diduga bekas sabu. Para terdakwa dijerat dengan pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Berhubung para saksi dalam perkara itu belum hadir, maka majelis hakim menunda persidangan hingga Jumat mendatang untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.