HETANEWS.COM

Waktunya Hefriansyah Berani Ganti Warna Pimpinan OPD di Siantar

Catatan Si Ebong

Siantar, hetanews.com – Dalam berbagai pertemuan dengan warga, sangat jarang terlihat Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut mendampingi Hefriansyah. Apakah hal ini menandakan bahwa dia tidak memiliki legitimasi dari para kepala dinas di kota Siantar?

Sudah menjadi tontonan umum, pabila kepala daerah datang menemui warganya ditemani para pembantunya (pimpinan OPD), berkompoten terhadap berbagai permasalahan yang diprediksi menjadi pertanyaan dari masyarakat yang disambangi.

Namun pemandangan ini sangat langka diterlihat dalam berbagai pertemuan yang dilakukan oleh Hefriansyah. Dia berjalan hanya didampingi para ajudan. Ketika warga memberikan saran dan pertanyaan, tidak sampai kepada dinas terkait.

Bukan hanya itu, ketika Hefriansyah mendapat tekanan dari berbagai pihak, para pimpinan OPD seharusnya memberikan ‘perlindungan’ dan menyumbangkan saran, bagaimana permasalahan yang sedang dihadapi dapat diselesaikan.

Nyatanya, para pimpinan OPD di kota Siantar mengilang dan melakukan pembiaran sehingga masalah menjadi besar. Ada indikasi para pimpinan OPD ‘membiarkan’ sang wali kota tetap bergelut dalam masalah. Bukankah seharusnya mereka dapat meredam dengan melakukan pendekatan sosial?

Apakah masih pantas dipertahankan bila tidak memberikan dukungan dan kerja sama? Hal inilah yang harus menjadi perhatian serius dari Hefriansyah agar dia merasa nyaman dalam menjalankan program kerjanya.   

Apalagi, warga pun sangat mendambakan wajah dan pemikiran baru di kota ini, dikarenakan para pimpinan OPD adalah pemain-pemain lama yang sudah beredar sejak jaman pemerintahan mantan walikota RE Siahaan. Warga seakan sudah menebak langkah kerja para pimpinan OPD tersebut.

Apakah Hefriansyah ‘takut’ melakukan perombakan pimpinan OPD? Kalau itu yang ada dalam dirinya, dapat dipastikan, selama menjadi wali kota tidak akan pernah terlepas dari masalah dan menghadapinya secara sendiri. Hal ini tidak terlepas dari rasa enggan mereka untuk dipimpin oleh Hefriansyah yang awalnya hanya diplot menjadi wakil wali kota.

Lantas, bagaimana program dan keinginan Hefriansyah untuk kota ini bila OPDnya tidak lagi tunduk pada perintahnya? Hal tersebut akan menjadi dilema yang akan dijalaninya selama menjadi wali kota, ada sebuah perasaan tak puas dan bangga karna tidak dapat menciptakan tim yang sinergi dengan program kerjanya.

Bila Ebong diposisi Hefriansyah, tidak akan ragu dan gentar untuk melakukan perubahan perangkat daerah dengan wajah-wajah yang lebih segar serta memiliki kreatifitas dan kemampuan membangun kekuatan sosial.

Hefriansyah diharapkan berani karna tidak memiliki beban politik yang begitu tinggi ketika menjadi wali kota. Waktunya sang wali kota menjalankan program pembangunan dengan tim yang percaya dan mau diatur olehnya.  

Penulis: ebp. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan