HETANEWS

Satu Cawagub Sumsel Tersandung Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Sejumlah warga melaporkan seorang calon wakil gubernur Sumatra Selatan bernama Mawardi Yahya kepada polisi atas dugaan pemalsuan ijazah di Palembang. (foto/VIVA/Sadam Maulana)

Palembang, hetanews.com - Seorang calon wakil gubernur Sumatra Selatan bernama Mawardi Yahya tersandung kasus dugaan menggunakan ijazah palsu untuk pencalonannya.

Mawardi ditengarai memalsukan ijazahnya atas nama Sekolah Teknologi Menengah (STM) Pertambangan Palembang sebagai lulusan tahun 1977. Padahal, menurut beberapa alumnus sekolah itu tahun 1977, tidak ada siswa bernama Mawardi atau Mawardi Yahya.

Dugaan pemalsuan itu telah dilaporkan oleh Mas Agus Rudi, Ketua Ormas Putra Sriwijaya Sumatra Selatan, kepada Badan Reserse Kriminal Polri di Jakarta. Dilampirkan juga bersama berkas pelaporan itu ialah bukti dan kesaksian alumni STM Pertambangan Palembang.

Menurut Mas Agus, pemalsuan itu dilaporkan kepada polisi, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap sosok calon kepala daerah. Masyarakat ingin memastikan calon pemimpin yang akan mereka pilih tidak membohongi publik.

"Kita menuntut pengungkapan kasus dugaan ijazah palsu ini untuk dituntaskan. Dalam waktu dekat kami akan kembali ke Bareskrim Mabes Polri," kata Mas Agus di Palembang pada Minggu malam, 3 Juni 2018.

Syamsul Rizal, seorang alumnus STM Pertambangan Palembang, mengaku sangat prihatin kalau dugaan pemalsuan ijazah itu benar. Dia ikut menyoal keaslian ijazah Mawardi itu bukan atas dasar permasalahan pribadi melainkan sebagai bentuk tanggung jawab untuk pilkada yang demokratis dan jujur.

"Kita tuntut tim forensik lakukan penyelidikan ulang, meski ini sudah dilakukan pada tahun 2004. Namun karena kita orang lemah, tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi kabarnya terduga (Mawardi) menggunakan pengaruh uang agar kasus dugaan ijazah palsu itu dihentikan," kata Syamsul.

sumber: viva.co.id

Editor: sella.