Medan, hetanews.com- Sebanyak 18 kasus ujaran kebencian (hate speech), ditangani Polda Sumut, sejak Januari hingga Mei 2018.

Dari 18 kasus itu, 2 kasus sudah pada proses pelimpahan tahap dua, dan 4 kasus dalam pelimpahan tahap pertama.

Kasus dugaan ujaran kebencian teranyar ditangani Polda Sumut adalah tersangka HDL (46), dosen Universitas Sumatera Utara (USU).

Ia ditangkap pada Sabtu, 19 Mei 2018, setelah statusnya di halaman Facebook miliknya menuliskan "Skenario pengalihan yang sempurna... #2019GantiPresiden," mengundang perdebatan. 

"Untuk 12 kasus masih dalam tahap penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Sabtu (2/6/2018).

Tatan menjelaskan, Polda Sumut tetap memprioritaskan proses kasus ujaran kebencian sampai ke pengadilan. Pasalnya, banyak pihak yang dirugikan dari ujaran kebencian ini. Bahkan, ujaran kebencian dinilai dapat mengganggu jalannya  Pilkada serentak, pada 27 Juni 2018 nanti.

"Memang (ujaran kebencian,red) ditujukan pada person, namun dampaknya bisa jadi sampai isu SARA. Kita tidak mau Pilkada atau negara terganggu dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,"pungkasnya.