HETANEWS

Material Proyek di Parmaksian 'Rampas' Hak Pengguna Jalan

Pengerjaan proyek drainase yang bahan material berserakan di Jalan Bisuk Siahaan. (foto/aldy)

Tobasa, hetanews.com - Tumpukan  material  proyek pembangunan pembuatan drainase di Jalan Bisuk Siahaan, Desa Tangga Batu I,  Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) resahkan masyarakat dan pengguna jalan.

Selain memakan ruas badan jalan, tumpukan tanah galian dan material proyek yang akan digunakan untuk membuat drainase dinilai membahayakan pengendara terlebih pada malam hari.

“Sudah sebulan lebih pak kondisi ini terjadi. Jika siang menyebabkan debu. Jika hujan jalanan ini menjadi becek pak dan licin. Khawatirnya jika malam hari pak, pengendara sering tak sengaja melindas tumpukan tanah hingga menyebabkan kendaraannya out control dan tak jarang terjatuh,” ujar salah seorang warga, Robet Marpaung, Jumat (1/6/2018).

Dikatakan Robet, tumpukan material itu terhampar sepanjang 500 meter dan telah memakan badan jalan 2,5 meter.

Material proyek yang berserakan di badan jalan. (foto/aldy)

“Jalan menjadi sempit. Mobil dan sepeda motor susah lewat sehingga macet. Kami harap pemerintah bisa menegur kontraktornya. Jangan sampai sudah ada korban jiwa baru ditindaklanjuti,” ujar Robet.

Untuk diketahui, dalam pasal 274 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan dalam ayat 1 setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Kemudian di ayat 2 menyebutkan, ketentuan ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berlaku pula bagi setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 2.

Penulis: aldy. Editor: aan.