HETANEWS

Divonis 3 Tahun Leo Sianipar Banding Jadi Dihukum 12 Tahun

Simalungun, hetanews.com - Leo Sianipar (27) warga Jalan Toba II, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar, sebelumnya divonis hanya 3 tahun oleh hakim di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Ini karena terbukti turut membantu mengedarkan narkotika dari balik Lembaga Permasyarakatan (Lapas) bersama 3 saudaranya yang divonis 18, 16 dan 12 tahun penjara terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) melalui sejumlah rekening termasuk nama Leo Sianipar.

Namun atas vonis tersebut, terdakwa tidak terima dan mengajukan banding melalui pengacaranya ke Pengadilan Yinggi (PT) Medan.

Hasilnya, majelis hakim pada tingkat banding memvonis naik menjadi 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Demikian informasi yang diterima wartawan dari JPU Augus Vernando Sinaga, Rabu (30/5/2018) di PN Simalungun, sambil menunjukkan petikan putusan yang baru saja diterima dari juru sita E.Siringoringo. "Naik jadi 12 tahun," kata Agus.

Sebelumnya Leo Sianipar divonis ringan karena telah jujur dalam memberikan keterangan di persidangan. Ini terkait terdakwa Noval Hotman Sianipar yang terbukti mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu dari balik jeruji besi Lapas Tanjung Gusta Medan divonis 18 tahun denda Rp 1 miliar subsider 6 penjara di sidang PN Simalungun, Selasa (6/3/2017) lalu.

Vonis majelis hakim pimpinan Lisfer Berutu tersebut konform (sama)dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Augus Vernando Sinaga.

Terdakwa Noval dinyatakan terbukti menyuruh ayahnya Fransiscus Tahi Sianipar (65) sudah divonis 16 tahun. Sementara kedua saudaranya Brando Sianipar divonis 12 tahun dan Leo Sianipar 3 tahun penjara untuk membuka rekening di sejumlah bank yang digunakan dalam transaksi narkotika.

Selain itu, majelis hakim PN Simalungun juga memvonis terdakwa Naldo Sinaga (27) dan M Syahputra alias Putra (23), keduanya warga yang sama beralamat di Kelurahan Simarimbun, Kota Siantar, masing-masing dengan pidana penjara selama 16 tahun.

Selain pidana penjara, terdakwa juga didenda Rp 1 miliar subsiddr 6 bulan bui. Vonis tersebut juga sama dengan tuntutan JPU.

Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagai pengedar narkotika jenis sabu.

Terdakwa telah terbukti pada Sdnin, 5 Juni 2017 memesan sabu dari Noval Hotman Sianipar (penghuni Lapas Tanjung Gusta divonis 18 tahun penjara disidang terpisah). Sabu pesanan terdakwa Naldo dan M Syahputra diterima dari Fransiscus Tahi Sianipar (telah divonis 16 tahun) di Jalan Toba, Kota Siantar.

Penulis: ay. Editor: aan.