HETANEWS

Fatimah Siregar: Rekomendasi DPRD Disebutkan agar Tidak Ada Bazar di GOR

Rekomendasi DPRD Siantar terkait penggunaan GOR. (foto/tommy)

Siantar, hetanews.com - Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Fatimah Siregar membantah dirinya memberikan ijin pemakaian Gedung Olahraga (GOR) untuk kegiatan bazar.

Hal ini guna membantah pandangan miring terhadap dirinya yang disebut-sebut sudah memberikan ijin untuk kegiatan bazar. 

Saat ditemui hetanews.com, Senin (28/5/2019) Fatimah menyebutkan, jika dirinya tidak mengetahui adanya berdiri tenda untuk penggunaan bazar di GOR.

"Saya baru pulang dari Jakarta karena ada urusan dinas. Ternyata informasinya saya dengar ada sudah berdiri tenda," sebutnya. 

Kata Fatimah untuk GOR sudah dihapus retribusinya. Sebab hal tersebut berdasarkan rekomendasi dari DPRD agar tidak digunakan bazar.

"Jadi karena itu lah dihapus target retribusi di tahun 2018 untuk GOR. Memang dalam Peraturan Daerah (Perda) itu masih ada target retribusi. Rekomendasi itu ditanda tangani oleh pimpinan DPRD," kata Fatimah.

Menurut Fatimah, alasan tersebut lah dirinya tidak mengeluarkan ijin untuk pemakaian GOR dalam kegiatan bazar.

"Jadi saya enggak berani mengeluarkan ijinnya. Karena ada rekomendasi dari DPRD itu, saya takutnya nanti jadi masalah itu kedepannya," kata Fatimah seraya beralasan ini penyebab dirinya tidak mengeluarkan rekomendasi.

Sekedar informasi dalam rekomendasi yang dikeluarkan DPRD dalam Laporan Hasil Rapat Gabungan Komisi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2015 untuk GOR yakni, diminta dengan tegas kepada Pemko Siantar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar sarana dan prasarana seperti GOR, Lapangan Adam Malik, Lapangan Farel Pasaribu dan prasarana lainnya agar dipergunakan sebagaimana Perda yang mengatur penggunaan sarana dan prasarana tersebut sesuai dengan fungsinya. 

Khusus penggunaan tanah Lapangan Adam Malik dan Lapangan Parkir GOR akhir-akhir ini sering digunakan untuk kegiatan bazar.

Hal ini sudah menjadi sorotan publik dan untuk itu diminta depannya kegiatan-kegiatan bazar benar-benar tidak dibenarkan lagi.

Penulis: tim. Editor: abn.