Medan, hetanews.com- Menyambut Hari Raya Waisak (2562) tahun ini, Pemerintah Indonesia, melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Sumut) memberikan remisi khusus kepada 157 orang warga binaan‎ yang beragama Buddha dimana 3 diantaranya langsung menghirup udara bebas.

"Untuk Remisi Khusus sebagian (RK I), sebany‎ak 154 orang. Sedangkan RK II atau Remisi Khusus bebas sebanyak 3 orang," ungkap Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Josua Ginting kepada wartawan, Senin, ‎(28/5/2018).

Josua Ginting juga mengatakan ratusan wargabinaan mendapatkan remisi khusus sebagian (RK I) dengan pemotongan masa tahanan dari 15 hari hingga ada yang dipotong masa tahanan 2 bulan. Hal yang sama terhadap 3 wargabinaan yang memperoleh remisi khusus bebas (RK II) juga diberikan pemotongan masa tahanan 1 bulan dalam remisi tersebut.

Kemudian, warga binaan yang menerima remisi Waisak tahun 2018 tersebut, sebagian terjerat kasus narkotika dengan terkait Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2006.

"Yang usulkan memperoleh remisi ini, sebanyak 60 orang narapidana narkotika," kata Josua Ginting.

Josua Ginting juga mengatakan remisi tersebut, akan diserahkan kepada warga binaan pada hari Selasa esok, 29 Mei 2018. Penyerahan surat keterangan (SK) remisi diberikan melalui masing-masing Lapas dan Rutan yang ada di Sumut.

"Jadinya, kepala UPT (Unit Pelayanan Terpadu) yang menyerahkan SK remisi ‎tersebut," tegas Josua Ginting.


Sumber: tribunnews.com