HETANEWS

Siap-Siap, Meteran Pasca Bayar di Humbahas Bakal Segera Dimigrasikan ke Meteran Prabayar

Meteran pasca bayar yang akan berimigrasi ke meteran prabayar. (foto/rachmat tinton)

Humbahas, hetanews.com  - Untuk mengintensifkan penggunaan meteran listrik Prabayar, PT PLN (Persero) Rayon Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bakal melakukan sosialisasi listrik pintar ke berbagai kecamatan di daerah itu. 

Sosialisasi tersebut nantinya bakal melibatkan dihadiri Camat dan para Kepala Desa (Kades) yang mana nantinya pihak mereka bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang migrasi meteran Paska Bayar ke Prabayar. 

Demikian disampaikan oleh M@nejer PLN Rayon Dolok Sanggul Robert Sirait, Senin (28/5/2018). Dia juga menguraikan berbagai keuntungan dengan migrasinya ke listrik pintar. Di mana, pengguna lebih bisa mengontrol penggunaan listrik di rumah. 

Dijelaskannya, meteran pasca bayar mempunyai kelemahan diantaranya, tidak terkontrolnya penggunaan listrik dan akan dilakukan pemutusan aliran apabila menunggak pembayaran.

"Selain itu, ada biaya rekening minimum 40 jam nyala (beban), artinya apabila tidak ada pemakaian listrik atau pemakaian di bawah 40 jam, pelanggan tetap membayar dengan biaya rekening minimum sebesar 40 jam nyala," jelasnya. 

Sementara itu, keuntungan listik pintar atau meteran prabayar, penggunaan listrik bisa dikontrol pelanggan sendiri, bebas biaya keterlambatan pembayaran dan tidak ada lagi pencatatan meteran yang terkadang bisa salah dan bahkan terhindar sangsi pemutusan. Dan tentunya, pelanggan tidak akan mengalami penunggakan pembayaran listrik.

Selain itu, token bisa dibeli dibeberapa tempat seperti PPOB, Kantor Pos, Telkom bahkan warung-warung kelontong yang pada umumnya menyediakan penjualan token listrik pintar.

"Harga juga mulai Rp 20.000, hingga ratusan ribu. Token listrik pintar tidak ada kadaluwarsanya, sehingga bisa disimpan dengan waktu yang tidak terbatas untuk token cadangan jika meteran kehabisan token," ujarnya Robert kembali. 

Untuk migrasi itu, lanjut Robert, tidak akan dipungut biaya pemasangan karena hal itu merupakan tanggung jawab PLN. "Pelanggan tidak akan dikenakan biaya pemasangan, tinggal mengisi pulsa saja," urainya menjelaskan. 

Untuk itu, ia berharap kepada konsumen PLN yang masih menggunakan Kwh listrik pasca bayar agar beralih ke meteran prabayar yang mana nantinya seluruh pelanggan wajib menggunakan Kwh prabayar.

"Harapan kami, pada tahun ini (2018, red) pelanggan sudah beralih ke meteran prabayar. Sebab, kedepannya Kwh pasca bayar akan digantikan seluruhnya," pungkasnya. 

"Untuk saat ini daerah yang sudah kita lakukan sosialisasi mingrasi listrik paska bayar menjadi prabayar sesuai dengan program PLN wilayah SU LPB 100 yaitu Kecamatan Onan Ganjang, Desa sanggaran 1, Kecamatan Sijamapolang dan Kecamatan Tarabintang. Selanjutnya direncanakan ke Kecamatan Pakkat dengan waktu yang direncanakan minggu pertama bulan juni,  kepastiannya harus koordinasi dengan Camat setempat," paparnya kembali.

Penulis: rachmat. Editor: aan.