HETANEWS

Ada 40.307 KPM Penerima Program BPNT

Sejumlah masyarakat di Asahan saat menerima bantuan dari program BPNT. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com-Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan berbagai bantuan di antaranya beras sejahtera (rastra) yang ditujukan kepada masyarakat kurang mampu.

Namun pertengahan tahun 2018, program rasta berganti menjadi Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT).

Menindaklanjuti program itu, Pemkab Asahan melaunching BPNT melalui warung agen brilling se Asahan.

Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Asahan, program Kemensos dijalankan menjadi kabupaten pertama untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Kadis Sosial, Supriyanto, Minggu (27/5/2018), BPNT ini berbentuk kartu kombo yang dapat ditukar di e-warung bekerjasama dengan Bank Republik Indonesia (BRI). Sementata dananya sebesar Rp 110.000 setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Untuk Kabupaten Asahan ada 40.307 KPM dan akan disalurkan, namun secara bertahap. Penerima Program Keluarga Harapan (PHK) secara otomatis akan mendapat BPNT. Penyerahan juga  penggunaan BPNT akan diawasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan setiap Kecamatan ada 1 orang,” ungkap Supriyanto .

Menurut Supriyanto  penerima  BPNT hanya dapat dibelanjakan beras dan telur dan tidak dapat diuangkan.

"Di Asahan ada 422 agen brilling dan tersebar di 25 Kecamatan dengan 177 Desa dan 27 Kelurahan. Satu agen brilling hanya mampu melayani 250 BPNT. Alat EDC disediakan BRI, bagi penerima BPNT tidak dipungut biaya alias gratis. Jika mesin EDC rusak akan diganti oleh pihak  BRI,” ujar Supriyanto.

Penulis: heru. Editor: aan.