HETANEWS

Presiden Mahasiswa USU: Isu SARA Tak Laku Dijual di Sumatera Utara

Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Wira Putra. Tribun Medan / Nanda F. Batubara

Medan, hetanews.com- Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Wira Putra meminta para kubu yang bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah di Sumut untuk periode 2018-2023 agar tidak menggunakan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) demi meraih suara.

Kata Wira, Sumut merupakan miniatur Indonesia. Kerukunan antarsuku, agama, ras dan golongan sudah terjalin baik selama ini. Oleh karena itu, isu SARA diklaim tidak akan mampu menarik simpati warga Sumut.

"Membuat perpecahan di Sumut dengan menjual dagangan dengan isu SARA diyakini tidak akan laku untuk dijual di Sumut," kata Wira, Jumat (25/5/2018).

Menurut Wira, warga Sumut akan lebih tertarik pada para pasangan calon yang mengumbar program ketimbang SARA. Mengedepankan program dan gagasan, kata Wira, membuat kampanye dinilai lebih elegan dan berkualitas karena dapat mencerdaskan para pemilih.

"Sebaiknya politik gagasan dan perdebatan seputar program-program pembangunan dirasa lebih bermanfaat untuk dibahas dibandingkan dengan politisasi SARA," katanya.

Wira menambahkan, semua pihak harus mendorong agar setiap pasangan calon yang bertarung pada Pilkada serentak ini lebih fokua menjual dagangan politik berupa gagasan dan adu program.

"Jangan sampai Pilkada ini justru dipenuhi oleh bibit kebencian,l yang sengaja dimunculkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Upaya ini harus sedini mungkin dicegah agar tidak menyebar dan menjadi provokasi yang bisa merugikan semua pihak," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Editor: gun.