HETANEWS

Pembangunan Jalan Tol, Pembebasan Lahan akan Dihitung Range Maksimal

Sekda Budi Siregar.

Siantar, hetanews.com - Tim Pembangunan Jalan Tol, Jumsadi Damanik, sudah memastikan jika di Kota Siantar akan ada 2 pintu tol.

Ini dalam rangka pembangunan pintu Tol Tebingtinggi dan Parapat. Dan saat ini proses pembangunan Jalan Tol itu masih seputar pembebasan lahan. 

Terkait informasi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar Budi Utari Siregar yang dihubungi wartawan, Jumat (25/05/2018) menuturkan, adanya pintu tol itu berkat doa dari masyarakat.

"Ini juga berkat doa dari masyarakat dan pihak-pihak yang turut membantu dan mengupayakan agar ada pintu tol di Siantar," paparnya.

Budi menuturkan, proses selanjutnya adalah pembebasan lahan. Menurut Budi, nantinya Pemko Siantar akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

"Langkah selanjutnya pembebasan lahan dan memang undangan belum saya terima secara resmi. Tetapi saya sudah mendengarnya, dan kalau kata Pak Jumsadi tanggal 30 berarti jadilah itu," sebutnya.

Budi menuturkan, intinya Pemko Siantar bersama Pemprovsu bersama-sama mengupayakan bagaimana agar pintu tol itu ada di Siantar.

Ditanya berapa jumlah warga yang nantinya terkena dampak dari pembangunan Jalan Tol tersebut, Budi menyebutkan, ada sekitar 53 Kepala Keluarga (KK).

Selain itu, Pemko Siantar sedang membahas soal pembebasan lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN III.

"Kalau menyangkut lahan HGU, kita juga lagi berjuang. Suratnya sudah ke Direksi. Kita harapkan, bulan Juni sudah kelar lah," sebutnya. 

Kata Budi, juga nantinya juga akan dibangun untuk  outer ringroad. Namun pihaknya juga belum ketemu untuk membahas bagaimana outoer ringroad dan jalan tol, yang mana bagiannya.

Ditanya lokasi Pintu Tol, Budi enggan membeberkan. Hanya saja lokasi pasti di Jalan Medan dan Simpang Dua yang arahnya ke Parapat.

Mengenai pembahasan pada masyarakat soal pembebasan lahan, Budi menyebutkan, nantinya tim apresial akan menghitung dengan range maksimal.

"Nantikan diturunkan tim apresal resmi untuk menghitung lahan yang terkena. Ini kan sudah kita praktekkan di beberapa tempat pembebasan lahan. Kita berterima kasih kepada masyarakat yang mau merelakan lahannya," papar Budi.

Budi juga berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan signal positif terhadap pembangunan jalan tol tersebut, dengan merelakan lahan mereka.

"Sistemnya kita lakukan bagaimana range perhitungannya dilakukan secara maksimal," jelasnya. 

Penulis: tom. Editor: aan.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.