HETANEWS

Enam Anggota DPRD Siantar Usulkan Hak Angket

Penyampaian Hak Angket dari Fraksi Demokrat Frida R Damanik. (foto/hug)

Siantar, hetanews.com - Enam Anggota DPRD Kota Siantar mengusulkan Hak Angket dalam rapat paripurna yang berlangsung di Gedung Harungguon Bolon, Jumat (25/5/2018).

Keenam anggota dewan yang mengajukan hak angket itu berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Indonesia Raya, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat, Nasdem dan Fraksi Golkar.

Rapat paripurna  tentang pengusulan Hak Angket DPRD terhadap dugaan penistaan atas etnis Simalungun, dibacakan masing-masing ke enam anggota dewan dari 6 fraksi. 

Dari Fraksi PDI Perjuangan diusulkan Hotman Kamaluddin Manik, dari Fraksi Indonesia Raya diusulkan Hotmaulina Malau, Fraksi PAN diusulkan Nurlela Sikumbang, Fraksi Demokrat diusulkan Frida R Damanik, Tongam Pangaribuan dari Fraksi Nasdem dan Deny Siahaan dari Fraksi Golkar.

Dalam pengajuan hak Angket saat itu, Hotmaulina Malau menyampaikan pandangannya bahwa, unjukrasa yang selama ini dilakukan etnis Simalungun tidak pernah ditanggapi oleh Wali Kota Siantar. Untuk itu, kata Hotmaulina, supaya DPRD menindak lanjuti hal tersebut. 

"Adanya aksi aksi unjuk rasa atas dugaan penistaan etnis Simalungun selama ini tidak direspon Wali Kota Siantar. Untuk itu, DPRD Siantar agar menindak lanjuti hal itu sesuai dengan hak-haknya, dan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014," tegasnya.

Masih dalam paripurna, Fraksi Nurani Keadilan (Hanura) tidak  menyampaikan usulan hak angket DPRD terhadap dugaan penistaan etnis Simalungun. Demikian dengan, Ketua Fraksi Nurani Keadilan, Kennedy Parapat tampak tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut.

Setelah pembacaan pengusulan hak angket, rapat kemudian di skors dan akan kembali dibuka pukul 14.00 WIB. Rapat pengajuan hak angket ini turut dihadiri sejumlah Tokoh Adat Simalungun, LSM, organisasi etnis Simalungun, PMS (Partuha Maujana Simalungun) Kota Siantar dan Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB)

Penulis: gee. Editor: aan.