HETANEWS.COM

IPK Simalungun Bantu Warga Selesaikan Sengketa Lahan di Simpang Bage, Nagori Sinar Naga Mariah

Warga Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, menyambut gembira kedatangan Ketua DPD II IPK Kabupaten Simalungun, Rudolf Girsang beserta jajarannya, Sabtu (19/5/2018), lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Ratusan warga Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, menyambut gembira atas kedatangan Ketua DPD II Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Simalungun, Rudolf Girsang beserta jajarannya, Sabtu (19/5/2018) sekira ukul 10.00 WIB.

Suara lantang dari ratusan warga pun berkumandang sembari mengucapkan "Hidup IPK Kabupaten Simalungun. Sesekali lagi hidup IPK Kabupaten Simalungun," ucap ratusan warga di hadapan Rudolf di lokasi lahan pertanian berstatus sengketa, di Simpang Bage, Nagori Sinar Naga Mariah.

Kehadiran Rudolf beserta jajarannya di lahan pertanian tersebut karena undangan masyarakat. Ini terkait sengketa lahan pertanian yang hingga kini telah dikuasai 7 orang dan mengklaim, bahwa mereka telah memiliki sertifikat.

Di lokasi, warga berharap agar IPK Simalungun kiranya dapat menyelesaikan sengketa lahan yang berdasarkan fakta dan bukti tertulis, lahan pertanian tersebut bersifat HPL (Hak Pengelolaan Lahan), ternyata diberikan pemerintah kepada 200 warga. Namun kenyataannya, pemerintah desa disinyalir telah melakukan kecurangan dalam penerbitan surat alas tanah.

Diduga curang, dalam salinannya ada dua surat pernyataan mengatasnamakan Ekat dan salah satu surat pernyataan tertulis, bahwa lahan pertanian tersebut sebelumnya dikuasai oleh Ekat Siregar (87), kini telah meninggal dunia.

Pada tanggal 8 Februari 2008 yang lalu, ia pun menyerahkan lahan pertanian itu kepada Posman Girsang (66).

Di surat pernyataan kedua,  muncul sebuah surat mengatasnamakan Ekat Girsang (87) dan dia menyerahkan hak alas tanah kepada Posman Girsang , per tanggal 8 Februari 2008.

Pengurus IPK Simalungun saat bersama warga  Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta. (foto/zai)

Dari kedua surat pernyataan, perbedaan mencolok dalam tulisan juga tampak terlihat, dimana surat pernyataan atas nama Ekat Siregar tertuang tulisan menggunakan alat computer, sementara surat pernyataan Ekat Girsang tertuang tulisan tangan.

"Sesuai bukti ke dua surat pernyataan sudah jelas kepala desa Martuahman Girsang telah memanipulasi bukti surat pernyataan. Selain itu juga, surat alas tanah telah dipecah menjadi dua bagian, satunya masih menggunakan atas nama Posman Girsang dan satunya atas nama warga yang mewakili ke tujuh pemilik lahan tersebut," jelas P Girsang.

Lanjutnya, sudah jelas bahwa lahan HPL diperuntukkan bagi 200 warga. "Mengapa hanya mereka yang mendapat hak kepemilikan tanah. Kami menduga, kepala desa Martuahman telah melakukan manipulasi surat pernyataan untuk memuluskan aksinya," katanya lagi.

Akibat perbuatan Kepala Desa, ratusan masyarakat merasa telah dirugikan dan tidak akan tinggal diam dalam menyikapi permasalahan lahan seluas 18 hektar itu.

"Kami tidak akan tinggal diam dalam permasalahan ini. Apapun akan  kami lakukan untuk melakukan perlawanan. Karena jelas, hak kami di lahan tersebut sudah tertulis. Kami memohon agar kiranya DPD II IPK Simalungun mau membantu kami," tegasnya.

Ketika awak media mempertanyakan perihal permohonan warga terkait lahan sengketa tersebut, Rudolf mengatakan akan membela masyarakat yang tertindas di Kabupaten Simalungun. 

"Kami bangga atas udangan masyarakat Kecamatan Pamatang Silimakuta dalam kasus lahan ini. Sebagai pimpinan OKP IPK, saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kehadiran kami di Simalungun ini untuk membantu masyarakat yang tertindas dan kami siap mengawal kasus ini sampai tuntas," pungkasnya seraya mengucapkan hidup IPK Simalungun.

Saat dikonfirmasi awak media, Rabu (23/5/2018) sekitar pukul 14.00 WIB, terkait permasalahan sengketa lahan HPL yang terletak di Simpang Bage itu, seorang oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Simalungun, seksi bagian sengketa, yang tidak mau disebutkan namanya akan segera memeriksa berkas laporan pengaduan masyarakat terkait lahan sengketa di Kecamatan Pamatang Silimakuta. 

"Kita periksa dulu ya pak berkasnya. Kalau nanti sudah kita temukan, pegawai akan segera turun ke lokasi lahan. Dalam beberapa hari kedepan, pasti akan tindak lanjuti ya pak dan akan saya hubungi bapak," janjinya.

Penulis: zai. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!