HETANEWS

Tewasnya Anak Kandung Berusia 3 Tahun, Ini Kata Pelaku yang Tak Lain Ibunya di Polres Asahan

Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mandagi didampingi Kasat Reskrim saat meyampaikan kronologi penganiayaan anak hingga tewas oleh pelaku yang tak lain ibu kandung. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Pada umumnya, ibu merupakan tempat kasih sayang dan berkeluh kesah seorang anak.

Jangankan melukai, melihat anak sakit saja, seorang ibu pasti kebingungan, bahkan tidak enak makan dan tidak nyenyak tidur.

Namun hal ini berputar 1000 derajat dan  entah apa dipikiran wanita, bernama Datna boru Manurung, sampai hati menganiyaya buah hatinya sendiri yang masih berusia 3 tahun hingga tewas .

Dalam gelar pres release di Polres Asahan, pelaku penganiaya Aulia Patin, akhirnya terungkap yaitu, ibu kandungnya sendiri, Datna boru Manurung.

Kejadiannya di Dusun IV Desa Asahan Mati, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan pada 21 Mei 2018 ini terungkap setelah kecurigaan masyarakat sekitar dan melaporkan ke Kepolisian terdekat.

Baca Juga:  Terkait Bocah 3 Tahun Tewas di Asahan, Ibu Kandung Diamankan

Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mandagi mengatakan, bahwa dari hasil visum, Aulia Patin tewas dengan luka yang tak wajar, seperti  bengkak dihidung, mulut mengeluarkan air bercampur darah, luka memar hampir diseluruh badan, bahkan didapati luka lecet dan bakar yang sudah lama. 

"Korban Aulia Patin ini menjadi pelampiasan kekesalan ibu kandungnya (tersangka) sendiri, di mana mengingat kejadian saat dirinya mengandung korban, di usia 5 bulan sudah  ditinggalkan suaminya,” ungkap Kapolres, Rabu  (23/5/2018). 

Datna saat digiring menuju sel tahanan Polres Asahan. (foto/heru)

Masih kata Kapolres, bahwa setiap mengingat kejadian itu, Datna selalu melampiaskan kekesalannya kepada korban. Hal itu sudah berulang-ulang dilakukannya kepada anak bungsunya, di mana Datna memiliki 2 orang putra lagi. 

"Pelaku kita jerat dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 junto 76c dan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 20 tahun penjara,”ujar Kapolres. 

Sementara itu, kepada hetanews.com sebelum gelar press release, tersangka Datna mengatakan, dirinya tidak ada membunuh. 

Pelaku Datna saat memangku korban Aulia semasa hidupnya yang tak lain anak kandungnya sendiri. (foto/heru)  

"Dia sakit bang, sudah 5 hari, yang saya pukul itu sudah lama," ujarnya sembari mengakui pernah menampar, bahkan memukul pakai gayung. Dirinya mengakui selalu kesal kepada putrinya. Namun saat ditanya penyebab kekesalan Datna, dirinya hanya diam dan menangis. 

Kembali ditanya terkait kejadiaan yang menyebabkan anaknya meninggal dan rasa penyesalan, Datna tidak menjawab bahkan marah kepada awak media.

"Sudah lah bang, itu saja pertanyaannya," ujarnya sembari membelalakan mata dari balik sebo yang dipakai. 

Penulis: heru. Editor: gun.