HETANEWS

Penjelasan BMKG soal Gempa 5 Magnitudo yang Getarkan Yogyakarta

Gempa Batul. (foto/BMKG)

Bantul, hetanews.com - Gempa Bumi sebesar 5 magnitudo mengguncang Yogyakarta bagian selatan pada Rabu (23/5) pukul 02.38 WIB. Berikut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait gempa tersebut.

Dikutip dari laman resmi BMKG, gempa tektonik menggetarkan wilayah Samudra Hindia selatan Yogyakarta dengan kekuatan awal 5,1 magnitudo. Setelah dilakukan analisis, kekuatan gempa tercatat sebesar 5 magnitudo yang terletak pada koordinat 9,43 Lintang Selatan dan 110,52 Bujur Timur.

"Tepatnya di laut pada jarak 153 kilometer barat daya Pacitan pada kedalaman 24 kilometer," jelas Plt.Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono,  Rabu 23/5/2018.

Getaran gempa dilaporkan terasa di sejumlah daerah seperti Pacitan, Wonogiri, Gunung Kidul hingga Bantul. Skala intensitasnya yakni I SIG-BMKG atau II MMI, yang berarti dirasakan oleh beberapa warga saja.

Lebih lanjut, berdasarkan tinjauan kedalaman hiposenternya, gempa termasuk dalam klasifikasi dangkal akibat subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa ini dipicu oleh proses kombinasi pergerakan naik dan mendatar," lanjut Rahmat.

"Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," sambung dia.

Hingga pukul 04.38 WIB, BMKG mencatat tidak ada aktivitas gempa susulan di daerah sekitar Yogyakarta. Rahmat pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang.

"Masyarakat diimbau tak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutupnya.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.