Tobasa, hetanews.com- Warga protes proyek drainase di Jalan Dr Bisuk Siahaan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang terkesan asal jadi dan tidak sesuai bestek.

Bahkan, warga mengancam akan  mendatangi  Menejemen PT Toba Pulp Lestari (TPL),  untuk melaporkan dugaan pengerjaan drainase yang dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai bastek.

“Pengerjaan drainase oleh kontraktor tidak sesuai standar, dan terkesan asal jadi. Makanya warga merasa perlu melaporkan hal ini,  karena yang menikmati ini kan masyarakat,”ujar T Sitorus (39), Selasa (22/5/2018) siang.

Warga mengapresiasi Toba Pulp Lestari yang telah berbaik hati dan mau memperbaiki drainase di sepanjang jalan tersebut, untuk mengatasi persoalan banjir. Namun untuk pengerjaannya, mereka berharap agar dikontrol supaya tidak disalahgunakan. 

Proyek drainase di Parmaksian diduga tidak sesuai bestek. (foto/aldy)

“Bodem atau lantai di dasar saluran drainase hanya menggunakan besi kecil dan tidak menggunakan adukan semen (molen). Apa memang seperti ini standar bestek pengerjaannya dari pihak TPL, atau justru ada permainan pihak kontraktor,”bebernya.

Senada juga dikatakan Daniel Sibueya (40), warga sekitar. Dia menuturkan, moment maraknya desakan perbaikan drainase di wilayah Desa Tangga Batu 1, Kecamatan Parmaksian,  jangan  dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi.

“Daerah kami ini rawan banjir,  jangan pula bencana yang kami alami dijadikan objek cari untung,”ungkap Daniel.

Di kala proyek drainase bernilai miliaran rupiah tersebut dikerjakan, warga pernah menanyakan terkait atas tidak dibangunnya dasar saluran drainase yang tidak menggunakan mesin adukan semen (molen).

Namun, para pekerja proyek mengaku, kalau mereka hanya melaksanakan pekerjaan sesuai perintah.

Daniel juga  mengapresiasi niat baik PT TPL,  yang sudah mau menanggapi keluhan mereka selama ini,  namun dirinya berharap  agar TPL memberikan sanksi kepada kontraktor yang hanya ingin meraup untung  yang besar tanpa memikirkan kualitas bangunan.