HETANEWS

Bawa 7 Karung Ganja ke Tebingtinggi, Warga Aceh Disidangkan

Kedua terdakwa menjalani persidangan di PN Tebingtinggi. (foto/ver)

Tebingtinggi, hetanews.com - Terdakwa Armansyah alias Arman ditangkap usai disergap aparat dengan meletusnya senjata api (senpi), Minggu (11/2/2018) sekira pukul 02.00 WIB di Jalan AMD Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi.

Selasa (22/5/2018), terdakwa Arman disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi bersama 3 orang terdakwa lainnya dipimpin majelis hakim Sangkot Tobing dan jaksa Dwi.

Arman ditangkap bermula pada Sabtu (10/2/2018) sekira pukul 21.00 WIB ketika saksi Jatner Sinaga, Hendro Sinaga dan David Hendra (anggota BNNP Sumatera Utara, Tebingtinggi) saat melaksanakan tugas rutin telah mendapat informasi bahwasanya akan ada melintas 1 unit  mobil Kijang Inova warna hitam nomor polisi (nopol) BK 1743 DC membawa daun ganja kering di Jalan AMD Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis.

Selanjutnya, petugas BNNP Sumut berjaga-jaga di sekitar jalan tersebut. Sekira pukul  02.00 WIB, melintas mobil yang dimaksudkan oleh informan dan seketika itu petugas BNNP Sumut berusaha menghentikan dengan cara menghadang menggunakan truk yang dikeluarkan dari gudang melintang di jalan.

Ternyata mobil tersebut tidak juga berhenti, sehingga petugas BNNP Sumut melepaskan tembakan peringatanm Namun mobil tetap tancap gas sehingga masuk ke dalam parit.

Saat itu lah petugas BNNP melakukan penangkapan terhadap pengemudi mobil setelah diinterogasi mengaku bernama Armansyah alias Arman dan Abadi alis Adi (dituntut dalam berkas perkara terpisah),

Kemudian disita barang bukti dari terdakwa berupa 7 karung atau goni berisi ganja kering sebanyak 214 bungkus seberat 217.894,8 gram, 1 unit mobil Kijang Inova warna hitam nomor polisi (nopol) BK 1743 DC dan 1 unit handphone (HP) merk Nokia type 105 warna hitam.

Selanjutnya terdakwa menerangkan bahwa sebelumnya pada Sabtu 10 Februari  2018 sekira pukul 09.00 WIB ketika dirinya dengan Abadi  berada di Blangkejeren diajak oleh Ucok (belum tertangkap) ke Medan mengantarkan daun ganja dengan upah Rp 3 juta.

Saat itu terdakwa dengan Abadi menyetujuinya. Selanjutnya terdakwa bersama Abadi  dan Ucok menuju ke Medan dengan mengendarai mobil Avanza BK 1551.

Sesampainya di Medan, terdakwa dengan Abadi disuruh untuk mengendarai 1 unit mobil Kijang Inova BK 1743 DC, di mana sudah ada daun ganja yang akan dikirim, namun keduanya tidak mengetahui berapa banyak.

Sesampainya di Dolok Masihul, mobil yang dikendarai terdakwa dengan Abadi berpisah dengan mobil yang dikendarai Ucok. Keduanya pun ditangkap petugas BNNP Sumut, di mana mereka sebelumnya sudah pernah mengantarkan daun ganja kepada Wagino alias Gino (dituntut dalam berkas perkara terpisah).

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 Ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: ver. Editor: aan.