HETANEWS

Sikapi Truk Over Tonase, Warga: Lebih Baik Cabut Saja Rambunya

Kendaraan truk diduga bermuatan melebihi kapasitas angkutan jalan yang ditetapkan, masih melaju di jalan jurusan Kecamatan Panei Simarimbun-Kecamatan Sidamanik. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Simalungun, tampaknya tidak serius dalam menindak kendaraan truk yang melanggar ketentuan Undang-Undang (UU).

Hingga hari ini, kendaraan truk bertonase berat masih melenggang dengan aman, di jalan lintas Kecamatan Panei-Simarimbun, meskipun telah ada larangan melintas bagi kendaraan di atas muatan 8 ton.

Kepala Seksi (Kasi) Ops Dishub Simalungun, Jawarden Purba yang sebelumnya dimintai tanggapan hetanews.com, mengatakan akan segera turun ke lokasi yang dimaksud, untuk melakukan survei (pengamatan) dan melakukan penindakan bila benar ditemukan pelanggaran.

"Kita akan turun pak, melihat apa benar telah terjadi pelanggaran di sana," katanya dari seberang telepon seluler.

Namun apa lacur, sampai saat ini tindakan tidak kunjung dilakukan dan jalan kolektor kelas 3 menuju kawasan geopark Danau Toba itu kembali terancam rusak. 

Baca Juga: Truk Over Tonase Penyebab Jalan Rusak di Simalungun, Rikanson Jutamardi Purba: Perlu Ketegasan dan Perda

Terkait hal ini, tindakan pemasangan rambu peringatan larangan melintas bagi kendaraan dinilai tepat dilakukan oleh Dishub Simalungun, sebagai upaya preventif (pencegahan) dibidang penegakan hukum UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Kendatipun demikian, Dishub Simalungun diharapkan dapat melakukan tindakan represif (tindakan langsung), berupa peringatan maupun tilang kepada pengendara truk yang diduga membawa muatan melebihi kapasitas yang telah ditetapkan.

"Kalau sudah ada rambunya seharusnya dipatuhi, kalaupun ada pelanggaran, iya seharusnya juga ditindak. Untuk apa rambu dipasang, kalau masih dibiarkan pelanggar lalu lintas dengan mudah melintas, lebih baik dicabut saja rambunya," papar J Sitorus, warga Kecamatan Sidamanik, kepada hetanews.com, Selasa (22/5/2018).

Penulis: tim. Editor: gun.