Fri 17 Aug 2018

Tak Terlibat Jaringan Teroris, Densus 88 Pulangkan Warga Tanjungbalai

Budi yang sempat diamankan Densus 88 Anti Teror. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Terjawab sudah teka-teki mengenai jaringan teroris yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai.

Ini terkait penyergapan yang dilakukan tim Densus 88 Anti Teror pada Selasa (15/5/2018) sore terhadap sejumlah orang diduga terlibat dalam jaringan teroris.

Awalnya warga mendadak memadati sebuah rumah di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai atau lebih dikenal dengan nama Simpang PT.

Pasalnya beberapa hari lalu rumah itu digerebek  sepasukan tim Densus dan menembak 2 orang terduga teroris. Juga mengamankan 2 orang lagi dari berbagai lokasi di wilayah Tanjungbalai.

Namun pada Senin (21/2/2018) malam, rumah tersebut mendadak ramai lagi. Namun bukan penyergapan Densu, melainkan kepulangan Budi yang sepekan silam diamankan Densus karena diduga terlibat dengan jaringan teroris.

Budi (tengah) bersama keluarganya. (foto/ferry)

Kepada hetanews.com, Budi bercerita bahwa dirinya diamankan dan dibawa ke Mapolda Sumut untuk dimintai keterangan. Selama 7 hari dirinya diinterogasi oleh penyidik Densus dengan berbagai pertanyaan terkait terorisme.

Penyidik kata Budi menyangkakan kepadanya, bahwa dirinya ada membeli dan menyimpan cairan kimia dalam membuat bom dari Medan.

"Namun selama 7 hari pemeriksaan secara marathon, penyidik tidak bisa membuktikan semua tuduhan yang mengarah kepada jaringan terorisme," cerita Budi yang kesehariannya berkerja sebagai mekanik elektronik.

Akhirnya pihak Kepolisian membebaskan Budi. Namun sebelum dikembalikan kepada keluarga, pada Senin sore (21/5/2018) dirinya sempat dipertemukan dengan 2 orang saudara kandungnya yakni Beni dan Syaiful yang ditembak Densus .

“Kondisi Beni masih dalam perawatan di rumah sakit karena menderita luka tembakan di kaki kiri. Sementara Syaiful menderita luka tembak di pinggang (sebelumnya dikabarkan telah tewas di tempat)," akui Budi.

Pihak keluarga yang merasa bahagia dengan kepulangan Budi. (foto/ferry)

Menurut Budi, abangnya Beni merupakan korban salah tembak dari Densus. Dan pihak Densus akan bertanggung jawab mengenai kesembuhan Beni. Hal ini diketahui Budi atas pernyataan tim penyidik kepadanya.

Saat ditanya status Syaiful dan Julian masih menjadi tanda tanya apakah berstatus tersangka atau tidak.

"Karena hanya saya saja yang dikembalikan pada keluarga,” kata Budi usai dihantar mobil minibus warna hitam dari Mapoldasu.

Penulis: ferry. Editor: aan.
Komentar 1