HETANEWS.COM

BNNK Siantar Ajak DPRD Tes Urine, Ini Jawabannya

Timbul Lingga (kiri) dan Mangatas Silalahi.

Siantar, hetanews.com- Beberapa waktu lalu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar, telah menyurati pihak DPRD Siantar dan bahkan telah dua kali melayangkan surat untuk mengikuti test urine, yakni, akhir 2016 dan akhir 2017, lalu. Namun, hingga kini, wakil rakyat tersebut enggan merespon surat dari BNNK itu. 

Kepala BNNK Siantar, AKBP Saudara Sinuhaji akan tetap mendesak seluruh anggota dewan yang berjumlah 30 orang itu untuk ikut melaksanakan test urine.

AKBP Saudara mengaku tidak tahu, kenapa hingga saat ini surat tersebut belum mendapatkan respon. Seperti diketahui, test urine sebagai bukti seseorang pengguna narkoba atau tidak.

"Kita akan follow up terus surat itu. Udah sekian lama itu (suratnya), udah dua kali. Komunikasi dengan dewan terkait ini belum ada,"ujarnya via seluler, Minggu (20/5/2018), lalu. 

AKBP Saudara juga menilai surat itu harus dilanjutkan, meskipun terjadi pergantian dalam bangku pimpinan DPRD. Ia mengatakan akan menemui Ketua DPRD Siantar, Marulitua Hutapea.

"Belum memang (komunikasi) tapi kan semestinya mereka bertanggung jawab melanjutkan itu (permintaan test urine). Mungkin karena ketua baru (Marulitua Hutapea) jadi belum ada respon. Nanti kita sampaikan lagi ke ketua barulah,"tambahnya. 

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Siantar, Timbul Lingga, beralasan baru mengetahui surat permintaan BNNK tersebut. 

"Baru belakangan ini aku baru tahu. Nanti kita ajak semua kawan-kawan untuk respon. Saya dukunglah itu,"kata anggota dewan dari Fraksi PDIP ini, Senin (21/5/2018).

Berbeda dengan Timbul, Wakil Ketua DPRD lainnya, Mangatas Silalahi menyebutkan, jika sejak sebelum menjadi anggota DPRD, mereka sudah melakukan test urine. "Kan salah satu persyaratan jadi anggota dewan itu, jadi aku rasa terlalu berlebihan kalau dibilang anggota dewan tidak mau ditest urine,"katanya.

Mangatas menyebutkan, dirinya juga siap untuk test urine, namun tidak karena desakan dari pihak lain. "Jangan karena desakan dari sana-sini soal test urine itu, kalau memang kata peraturan semuanya harus ditest urine, saya siap ditest urine kapan saja, dan memang saya sudah ditest urine kok. Dan ini bukan masalah anggaran ada atau tidak ada, tetapi memang kami sejak awal sudah ditest urine,"katanya. 

Selain itu, kata Mangatas, jika menurut BNNK atau masyarakat ada anggota DPRD yang terindikasi memakai Narkoba, dirinya menyarankan agar segera ditindak lanjuti.

"Kalau memang ada terindikasi silahkan aja yang bersangkutan langsung ditest urine, atau ada kira-kira menurut masyarakat salah satu anggota DPRD terindikasi Narkoba, laporkan saja langsung, "sebutnya. 

Terkait surat dari BNNK tersebut, Mangatas menyebutkan, DPRD akan segera menindak lanjuti surat dari BNNK itu. "Nanti akan kita balas suratnya, dan saya juga baru tahu itu, karena saya baca di media ada itu, jadi bukan DPRD-nya yang tidak mau ditest urine, tetapi sebelum kita jadi anggota dewan memang itu salah satu syaratnya, "tutupnya.

Penulis: tom. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengaktivasi langganan!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengaktivasi langganan!