HETANEWS.COM

PMKRI Desak Presiden Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 98

Aksi long march yang dilakukan PMKRI Siantar. (foto/pranoto)

Siantar, hetanews.com - Desakan agar pemerintah segera menyelesaikan kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) tahun 1998 (penculikan aktivis, kasus Trisakti, Semanggi 1 dan 2), berkumandang dalam aksi dan long march Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Siantar.

Mahasiswa/i yang berjumlah berkisar belasan orang menyatakan sikap serta mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap mengenang sejarah 21 Mei, dimana pada hari ini tepatnya 20 tahun silam telah terjadi peristiwa bersejarah bagi bagi Indonesia.

Pada hari ini juga, dikenang sebagai peringatan telah lepasnya bangsa Indonesia dari cengkeraman tirani pemerintahan otoriter Soeharto pada masa Orde Baru (Orba).

Namun seiring berjalannya waktu, cita-cita reformasi seolah masih jauh dari apa yang diharapkan.

Dalam hal ini pemerintah masih dinilai enggan terbuka dan jujur terhadap sejarah masa lalu di mana telah terjadi peristiwa pertumpahan darah pra reformasi.

Kendatipun UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM telah lahir, namun pengusutan pelanggaran HAM masa lalu tak kunjung menemui titik terang.

Dalam orasinya, para mahasiswa/i yang mengenakan baret merah ini juga menyinggung janji Presiden Joko Widodo yang berjanji akan mengentaskan masalah pelanggaran HAM melalui agenda kerja Nawacita yang di galakkkan dalam rezim pemerintahannya.

Selain mendesak pemerintah agar mengentaskan masalah pelanggaran HAM, tuntutan agar pemerintah menegakkan supremasi hukum dan membebaskan Indonesia dari kungkungan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) juga di teriakkan Alboin Samosir selaku Kordinator Lapangan (Korlap).

"Mendesak pemerintah agar menyelesaikan kasus pelanggaran HAM 1998 melalui pengadilan Ad Hoc, tegakkan supremasi hukum agar kembali ke jalur sebenarnya, dan Bersihkan praktek KKN di Indonesia," serunya.

Amatan hetanews.com, Senin (21/5/2018) massa PMKRI memulai aksi di depan Balai Kota, dan berlanjut berjalan (long march) menuju pusat Kota Siantar yakni Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo.

Sementara itu, arus lalu lintas pada saat adanya aksi tersebut, terpantau ramai lancar dan tidak menimbulkan kemacetan yang begitu signifikan.

Penulis: pranoto. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan