HETANEWS

Ini Penyampaian Ustadz Raja Dedy Soal 5 Keistimewaan Umat Islam di Bulan Ramadhan

Asahan, hetanews.com - Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa umat Islam mendapatkan 5 keistimewaan dengan datangnya bulan Ramadhan.

Ini sebagaimana beliau tegaskan di bulan Ramadhan, umatku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. 

Memulai perbincangan dengan hetanews.com, Ustadz Raja Dedy mulai menjelaskan kelima keistimewaan itu sebagai berikut:

Pertama, bau mulut orang yang berpuasa di hadapan Allah lebih baik dari pada minyak misik.

"Secara jujur kita mengakui bahwa bau mulut orang berpuasa tidak sedap. Hal ini terjadi karena produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang, sehingga menjadi lebih kering," sebut Dedy, kemarin.

Akibatnya timbul halitosis atau bau mulut yang khas yang tak jauh berbeda dengan ketika baru bangun tidur. Salah satu kiat untuk mengatasinya adalah perbanyak konsumsi air putih selama berbuka hingga sahur.

"Kiat lain adalah menggosok gigi sehabis sahur atau paling akhir sebelum masuk waktu dzuhur. Setelah dzuhur, menggosok gigi ataupun siwak tidak dianjurkan karena hukumnya makruh. Karena itu setelah dzuhur bau mulut yang tak sedap itu tidak perlu dirisaukan. Pasalnya bagi Allah  bau seperti itu lebih baik dari pada bau minyak misik," papar Dedy.

Lanjutnya, perlu disadari bahwa bau mulut yang tak sedap itu sesungguhnya memiliki hikmah atau manfaat tertentu. Misalnya, bau itu menjadi salah satu pembeda antara orang berpuasa dengan yang tidak berpuasa.

"Dengan bau seperti itu orang yang berpuasa akan cenderung lebih banyak diam dari pada bicara yang tidak perlu. Apalagi berkata jorok atau misuh-misuh, jelas hal seperti itu sangat tidak pantas keluar dari mulut orang yang berpuasa karena hanya akan mengurangi kualitas ibadah puasanya," tukasnya.

Menurut Dedy, dengan bau tak sedap seperti itu orang-orang berpuasa diharapkan dapat menyadari keadaanya, sehingga bisa menjaga mulutnya dengan baik dari kata-kata kotor, misalnya dengan memperbanyak tadarus Al-Qur’an, membaca dzikir, istighfar, shalawat dan sebagainya. Dengan memperbanyak ibadah lisan seperti itu sudah pasti bau tak sedap itu akan mendapat perimbangan dan kemudian diganti oleh Allah dengan bau-bau wangi yang bahkan lebih wangi dari pada minyak misik atau yang juga dikenal dengan minyak kasturi yang berasal dari rusa jantan. 

Kedua, orang-orang yang berpuasa semuanya dimintakan ampunan oleh para malaikat, sehingga mereka berbuka.

Keistimewaan kedua ini, menjadi keuntungan besar bagi orang-orang yang berpuasa. Karena semua tau bahwa malaikat adalah makhluk yang tak kenal maksiat kepada Allah, sehingga doa-doanya mudah dikabulkan. Para malaikat itu dari saat Imsak hingga berbuka senantiasa memintakan ampunan kepada Allah agar orang-orang berpuasa diampuni dosa-dosanya.

"Sekali lagi ini merupakan keuntungan besar bagi kita. Karena kita sendiri terkadang merasa was-was apakah istighfar diterima Allah. Karena faktanya kita sering mengulang kesalahan atau dosa yang sama setelah berkali-kali memohon ampun atas dosa-dosa yang sama," tukas Dedy.

Menurutnya, di bulan puasa ini umat Islam mendapat anugerah yang luar biasa di mana para malaikat mendoakan orang-orang yang berpuasa secara terus menerus dari saat imsak hingga saat berbuka yang durasinya mencapai kira-kira 14 jam.

"Kita sendiri tak mampu melakukan istighfar secara terus menerus hingga selama itu," ujar Ustadz muda ini.

Keuntungan ketiga menurut Dedy, di bulan ini para setan dibelenggu yang semuanya tidak bisa lepas seperti di bulan lainnya.

Dia menuturkan, smua tentu merasakan di bulan puasa menjadi seperti malas untuk berbuat apa saja kecuali ibadah. Namun semangat untuk beribadah meningkat dibandingkan dengan di luar Ramadhan.

"Hal ini terjadi karena setan-setan dibelenggu hingga selesainya Ramadhan. Ini semua merupakan kemurahan Allah dalam rangka memberi kesempatan kepada kita untuk menambah pundi-pundi amal ibadah kita. Di luar Ramadhan mungkin kita lebih banyak berpikir dan melakukan hal-hal yang bersifat duniawi saja," paparnya.

Dengan dibelenggunya setan-setan di bulan Ramadhan, maka secara teori setidaknya kemaksiatan bisa ditekan serendah-rendahnya. Kemaksiatan-kemaksiatan yang ada tentu sulit dikaitkan dengan keterlibatan setan. Jika demikian halnya, maka kemaksiatan-kemaksiatan itu timbul karena kesalahan yang tidak mampu mengendalikan nafsu yang ada dalam diri sendiri. 

Keempat, setiap hari di bulan Ramadhan, Allah memperindah surga untuk orang-orang yang berpuasa.

"Kemudian Allah berfirman “para hamba-Ku yang melakukan puasa hampir menemukan hasil dan jerih payahnya hingga sampai kepadamu (wahai surga)," ujarnya sang Ustaz menjelaskan.

Keistimewaan keempat ini dimana Allah menghiasai surga dengan indahnya untuk menyambut para hamba-Nya yang berpuasa menunjukkan bahwa ibadah puasa memiliki nilai spiritualitas yang sangat tinggi. Kepada surga Allah berfirman 'pra hamba-Ku yang berpuasa hampir menemukan hasil dari jerih payahnya hingga sampai kepadamu'.

Kalimat ini mengandung arti bahwa tak ada balasan bagi orang-orang berpuasa kecuali surga karena ibadah puasa memang untuk Allah sehingga Allah sendiri yang akan membalasnya sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukori 'Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya'.

Dedy menjelaskan, hadits tersebut mengungkapkan bahwa ibadah puasa urusannya dengan Allah. Allah yang memerintahkan dan dia yang mengatur segala sesuatunya. Tidak ada orang sakit atau bahkan mati karena puasa. Justru yang terjadi orang bisa sakit atau bahkan mati karena makan terlalu banyak atau over dosis.

" Manfaat puasa juga diakui oleh dunia kedokteran yang dikenal dengan puasa medis selama waktu tertentu sebelum seorang pasien menjalani pemeriksaan darah di sebuah laboratorium," ungkapnya.

Kelima di akhir malam bulan Ramadhan Allah memberikan ampunan. Kemudian Rasul ditanya apakah itu malam Lailatul Qodar? Beliau. menjawab: 'Bukan, hanya saja bagi orang yang beramal maka akan mendapatkan pahala ketika sudah usai mengerjakannya'.

Dalam keistimewaan kelima ini, Allah mengampuni orang-orang berpuasa pada setiap akhir malam, dan itu bukan merupakan lailatul qadar. Lailatul qadar adalah satu hal dan ampunan Allah pada setiap akhir malam di bulan Ramadhan merupakan hal lainnya. 

"Artinya orang-orang berpuasa berhak mendapatkan ampunan sebagai imbalan ibadahnya kepada Allah. Sedangkan Lailatul qadar diberikan kepada orang-orang tertentu sesuai dengan pilihan Allah sendiri , Maka beruntunglah mereka yang selain mendapatkan ampunan dari Allah tetapi juga mendapatkan kebaikan lailatul qadar yang nilainya lebih tinggi dari pada kebaikan seribu bulan.Kata Ustaz muda ini 

Melanjutkan , Jika keistimewaan kelima ini dihubungkan dengan keistimewaan kedua diatas, yakni Malaikat memintakan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang berpuasa, maka menjadi klop dan jelas bahwa orang-orang berpuasa diampuni dosa-dosanya sebagaimana juga disabdakan Rasulullah dalam hadits beliau yang diriwayatkan dari Abi Hurairah.

“Barang siapa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan semata-mata karena Allah dan mengharap ganjaran dari pada-Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat".

Kelima hal diatas sebagaimana telah diuraikan merupakan keistimewaan bulan Ramadhan yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad .

"Kita bersyukur bahwa semua menjadi umat beliau. Untuk itu semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa tahun ini dan tahun-tahun berikutnya dengan sebaik-baiknya sehingga kelima keistimewaan diatas dapat kita raih seluruhnya. Amin ya rabbal alamin," paparnya mengakhiri.

Penulis: heru. Editor: aan.