HETANEWS.COM

Ribuan Masyarakat Ajibata-Girsip Nyalakan 1.000 Lilin dan Doa Bersama 

Aksi penyalaan 1.000 lilin di Lapangan Pagoda. (foto/aldy)

Simalungun, hetanews.com - Ribuan masyarakat Kecamatan Ajibata dan Kecamatan Girsang  Sipangan Bolon (Girsip) berdiri mengelilingi Lapangan Pagoda, Kabupaten Simalungun.

1.000 lilin yang menyala menyatakan bahwa masyarakat Ajibata dan Girsip turut berduka atas tragedi bom yang terjadi di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Selama tidak kurang dari 2 jam, masyarakat menunjukkan perasaan dukanya di Lapangan Pagoda  itu. Mereka juga dengan khusyuk berdoa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar korban dalam tragedi bom segera pulih kesehatannya.

Anggota polisi, TNI, mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas kepemudaan hadir dalam kegiatan tersebut. Sekaligus ingin bersama-sama menunjukkan bahwa masyarakat di 2 Kecamatan itu ikut merasakan apa yang dirasakan para korban bom Surabaya.

Masyarakat  mengutuk keras peristiwa bom Surabaya dan mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh aparat keamanan untuk menangani tragedi itu.

"Dan kami nyatakan di sini bahwa masyarakat Ajibata bersama Girsip ikut berduka dan ikut merasakan apa yang dirasakan korban bom Surabaya,” kata Tokoh Pemuda Ajibata, Kendrow Manurung, kemarin.

Dikatakan Kendrow, masyarakat Ajibata dan Girsip satu kata soal terorisme, yakni terorisme harus dilawan dan dihilangkan dari bumi Indonesia. Kendrow pun menyatakan bahwa NKRI adalah harga mati.

AKP Raymond Hutagalung selaku Kapolsek Parapat dalam sambutannya menyampaikan pada seluruh yang hadir dalam aksi itu, akan menyiapkan pola-pola pengamanan yang teliti seperti melakukan pendataan ulang serta himbauan-himbauan apabila ada gelagat yang mencurigakan segera melaporkannya ke Polsek.

“Kami akan melakukan pelayanan yang prima terhadap masyarakat. Kami di sini bersama Polri dan Muspika untuk memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan dan kedamaian antar golongan. Kita adalah satu darah, oleh karena itu mari bina rasa kekeluargaan antar sesama. Saya mengapresiasi diadakannya kegiatan ini,” ungkap Raymond.

Selanjutnya sambutan maupun himbauan dari lintas agama di Ajibata-Girsip komit mengatakan agama tidak ada mengajari kekerasan, teroris serta radikalisme. Semua agama mengajarkan hal-hal yang baik,damai serta saling menghormati satu sama lain. Masing-masing perwakilannya yakni, Pdt P Simanungkalit (Kristen), Buyung Roi (Islam) dan Arjuna Bakkara (Parmalim). 

Ketua Panitia, Rimember Manik mengatakan, Parapat adalah kawasan yang cinta damai .

“Silahkan berkunjung ke tempat kami ini, karena Parapat dan Ajibata adalah kawasan yang cinta damai dan benar-benar nyaman dan aman," sebutnya. 

Dia juga memastikan toleransi umat beragama masih terjaga dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya seluruh lintas agama dalam aksi solidaritas itu.

"Kita sudah bekerjasama dengan masyarakat setempat dan Kepolisian ataupun Uspika agar seluruh hunian ataupun penginapan yang ada di kawasan Parapat dan Ajibata untuk segera respect dengan pendatang yang ada di kawasan ini. Supaya kita tidak kecolongan dalam hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Penulis: aldy. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!