HETANEWS

Sepakat dengan Jaksa, Hakim Vonis Tukang Becak 8 Tahun Penjara

Terdakwa Bambang dibawa petugas usai mendengarkan vonis. (foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahma Sinaga, menuntut Bambang Hendra Syahputra, terdakwa kasus 6 paket sabu seberat 1,16 gram, selama 8 tahun penjara dan tuntutan itu pun disetujui hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan, Bambang (38), yang kesenhariannya bekerja menarik becak, terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun, denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan," kata hakim ketua, Fhytta Sipayung, Kamis (17/5/2018), lalu.

"Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba," ujarnya membacakan hal memberatkan bagi terdakwa.

Menanggapi putusan itu, Bambang, warga Jalan Medan Km 3,5 Gang Bajigur, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan, kasusnya bermula pada Kamis, 7 Desember 2017, sekira pukul 14.00 WIB, di mana terdakwa saat itu sedang duduk di depan rumahnya, bersama dengan Faisal Siregar (berkas terpisah).

Saat itu, datang Viktor (belum tertangkap) yang memberikan uang sebesar Rp 500 ribu kepada terdakwa untuk menitip beli sabu. Dan tidak berapa lama, datang laki-laki yang tidak begitu dikenal terdakwa kembali menitipkan uang sebesar Rp 500 ribu untuk membeli sabu, sehingga total Rp 1 juta.

Lalu terdakwa pergi bersama Faisal Siregar untuk membeli sabu kepada Iwan (belum tertangkap), namun tidak berhasil bertemu. Lalu pada sekira pukul 19.00 WIB, terdakwa sedang berada di Warung Ari, di Pajak Parluasan didatangi Samuel alias Kocel (belum tertangkap) dan mengajak terdakwa untuk menemui Iwan, di rumahnya, Jalan Sisingamangaraja, Siantar Utara.

Terdakwa pun membeli 1 paket sabu seharga Rp 1 juta kepada Iwan dan kemudian pulang ke rumahnya, bersama Faisal.

Lalu pergi ke rumah Romayadi Tarihoran (dalam berkas terpisah) yang tidak jauh dari kediaman terdakwa untuk memakai sabu.

Setiba di sana, terdakwa lalu untuk memaket-maketi sabu tersebut sambil mengkonsumsi bersama dengan Romayadi Tarihoran dan Faisal di rumah tersebut.

Mereka lalu duduk bertiga, lalu terdakwa membentuk bong sambil memaket-maketi sabu tersebut dibantu Faisal Siregar menjadi 9 paket.

Faisal Siregar membeli 1 paket dari terdakwa seharga Rp 50.000, lalu mereka mulai memakai sabu saat itu juga. Keduanya menghabiskan 2 paket sehingga bersisa 6 paket lagi.

Kemudian sekira pukul 01.00 WIB yang telah memasuki hari Jumat, 8 Desember 2017, para terdakwa ditangkap oleh petugas Sat Narkoba yang sebelumnya mendapat informasi.

Dari lokasi, petugas menggeledah dan menemukan barang bukti, berupa kotak rokok Surya Pro di dalam kantong baju terdakwa dan di dalamnya ada 6 paket sabu dan uang sebanyak Rp 50.000di kantong celana terdakwa.

Dan kemudian ditemukan dihadapan terdakwa bersama dengan Faisal Siregar dan Romayadi Tarihoran, yaitu, 1 buah bong lengkap dengan pipet dan pipa kacanya, 1 buah mancis dan kemudian ditemukan juga sebuah plastik hitam yang di dalamnya ada 1 bungkus klip, 1 buah timbangan digital, 1 buah jarum suntik, 1 buah kotak rokok marlboro yang di dalamnya ada 1 buah sendok yang terbuat dari pipet.

Di lokasi, petugas juga menggeledah Faisal Siregar dan ditemukan di kantong celananya, 1 paket sabu. Terdakwa bersama dengan Faisal Siregar dan Romayadi Tarihoran, mengakui, sabu tersebut adalah milik mereka.

Penulis: bt. Editor: gun.