Wed 14 Nov 2018

PT TPL Adakan Sekolah Lapang 'Latih Petani Budidaya Cabai'

Kades Lumbah Huala, Tagor M Manurung, yang menjadi narasumber pelatihan budidaya cabai bersama petugas PPL) Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Tobasa. (foto/aldy)

Tobasa, hetanews.com - Dalam rangka peningkatan ekonomi dan menambah pengetahuan akan metode pertanian, PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) melaksanakan pelatihan budidaya cabai kepada 16 orang dari kelompok petani (poktan) Saurma, Rabu (16/5/2018), di Desa Lumban Huala, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

“Sekolah lapang budidaya cabai ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi komoditas cabai di desa Lumban Huala. Setelah pelatihan ini, petani akan mempersiapkan lahan  bibit dan selanjutnya melakukan  penanaman tahap pertama. Pendampingan akan dilakukan bersama-sama oleh tim pengembangan masyarakat (CD) PT TPL dan Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Tobasa untuk kecamatan Parmaksian," ujar Manajer Pemberdayaan Masyarakat PT TPL, Ramida Siringoringo.

Kepala Desa (Kades) Lumbah Huala, Tagor M Manurung, yang menjadi narasumber pelatihan menyampaikan metode  penanaman cabai yang baik dan benar kepada para petani.

“Para petani kita berikan pengetahuan mengenai jarak tanam, tingkat keasaman (pH) tanah, proses penyiraman air, pemberian pupuk, dan penggunaan mulsa yang tepat. Kami mengapresiasi pihak perusahaan yang melaksanakan tanggung jawab sosialnya kepada para petani karena mereka ingin meningkatkan pendapatan mereka dari bertanam cabai,” ujar Tagor.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan Tobasa untuk Kecamatan Parmaksian, Wiston Sinaga, mengungkapkan, pelatihan hingga pendampingan para petani sangat penting untuk peningkatkan hasil produksi. Sehingga berpengaruh terhadap pendapatan para petani seperti yang pernah dilaksanakan poktan di desa atau kecamatan lain di Tobasa.

“Para petani cukup antusias dalam pelatihan ini. Salah satu yang penting dalam pengelolaan budidaya cabai adalah perlunya merubah merubah pola tanam yang sebelumnya atau saat ini dilakukan oleh para petani. Selain itu, perlu juga perubahan perilaku untuk pelaku usaha untuk menguasai situasi pasar meski harga cabai fluktuatif. Tapi yang paling penting adalah petani masih bisa budidaya tanaman cabai,” ujar Wiston.

Wiston juga menyampaikan saat ini di Kecamatan Parmaksian ada 19 hektar lahan budidaya cabai.

Untuk tahun 2017, ada 4 poktan yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan oleh pihak Pemkab Tobasa.

Pelatihan budidaya tanaman cabai. (foto/aldy)

Tahun ini ada 3 Poktan dari 3 Desa yang salah satunya adalah Poktan Saurma yang juga diberikan pelatihan dan pendampingan oleh PT TPL.

“Diharapkan dengan pelatihan dan pendampingan kepada para petani ada peningkatan produksi dari 800 kg per satu demplot (luas lahan 20 meter x 20 meter) menjadi 900 kg ,” ujar Wiston.

Salah seorang petani yang mengikuti pelatihan buidaya cabai, Darmen Manurung (43), berterimakasih kepada PT TPL karena adanya pelatihan itu.

"Tanggapan kami positif terhadap kegiatan ini, karena disamping membantu masyarakat, kami optimis untuk hasil panen cabai kita. Kami mendapatkan ilmu mulai pembibitan hingga bagaimana pengendalian hama melalui tanaman di sekitar cabai,” ujar Darmen.

Darmen menambahkan, dirinya sudah budidaya cabai selama 5 tahun, namun hasil panen tidak sesuai dengan harapannya.

“Ternyata banyak ilmu yang kami dapatkan dan tidak diketahui selama 5 tahun ini. Kami panen cabai biasanya hanya sekitar 90-100 kg, tapi dengan pelatihan ini diharapkan bisa meningkat banyak,” ujar Darmen.

Tahun lalu, PT TPL sukses meningkatkan hasil produksi padi dengan sistem tanam padi Jajar Legowo (Jarwo) di Desa Natolutali, Kecamatan Silaen.

Di atas lahan seluas 12 rante (4.800 meter persegi), panen padi Inpari (inbrida padi irigasi) 30 berhasil ditingkatkan dari yang biasanya 20 kaleng (220 kg) padi per hektar menjadi 32 kaleng (352 kg) hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tobasa.

Penulis: aldy. Editor: aan.