Wed 17 Oct 2018

Pemkab Simalungun Didesak Perhatikan Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan di Saribu Raya

Akses jalan menuju Saribu Raya yang kondisinya memprihatinkan.

Simalungun, hetanews.com - Pada tanggal 26 April-1 Mei 2018 lalu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Siantar menggelar Latihan Kepemimpinan Kader (LKK). Latihan bertujuan melahirkan pemimpin berintegritas yang melayani sepenuh hati.

Salah satu bentuk pelatihan LKK adalah Live in. Live in adalah peserta (kader PMKRI) berbaur dan tinggal ditengah-tengah masyarakat untuk langsung merasakan bagaimana kehidupan masyarakat.

Live in juga bertujuan untuk mengetahui situasi budaya, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di tempat peserta.

Sabtu (28/4/2018), PMKRI Siantar mengirim 6 orang kadernya untuk melaksanakan live di  Saribu Raya (Parjalangan) Nagori Simbolon Tengko, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun.

Keenam kader PMKRI itu yakni, Eva Siahaan, Meri C Silalahi, Liharman Sipayung, Emi Nadeak, Vriska Sihomving dan Asrida Sigiro. Selama 3 hari bersama masyarakat, peserta mendapat banyak pelajaran berharga.

"Masyarakat Parjalangan dominan bersuku Simalungun, ramah, cukup antusias dan nilai gotong royong masih tinggi. Ini harus dijaga, tutur Vriska, kemarin.

Kondisi jalan yang rusak di Saribu Raya.

Sementara Meri menyampaikan, selama proses live di Saribu Raya, pihaknya juga menemukan banyak permasalahan yang tak mendapat solusi juga tak mendapat perhatian dari Pemkab Simalungun.

Adapun beberapa permasalahan yang kami temukan seperti infrastruktur jalan sangat memprihatinkan. Situasi jalan saat ini mulai dari Simbolon Tengkoh sampai ke Saribu Raya rusak parah," papar Meri.

Menurutnya, hal ini berdampak terhadap lemahnya ekonomi masyarakat karena sulit menjual hasil perkebunan (coklat dan karet).

Selain itu, sarana penunjang pendidikan  juga tidak memadai. Pasalnya, gedung Sekolah Dasar (SD) hanya tersedia untuk kelas I, II dan III saja.

Bagi setiap siswa/i yang ingin melanjutkan pendidikannya ke kelas IV harus 'ditransper' ke SD di Simbolon Tengkoh atau pindah sekolah ke Siantar. Mereka juga harus berjalan setiap hari sejauh 4 km dari Saribu Raya dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. 

Ketua Presidium PMKRI Cabang Siantar, Putra Jaya Saragih mengatakab, berdasarkan fakta yang mereka temukan di Saribu Raya, mendesak Pemkab Simalungun, untuk memberi perhatian pembangunan insfrastruktur jalan serta membangun gedung SD untuk kelas IV, V dan VI. 

Dari kanan ke kiri, Kepala Dusun 7, Anjung Saragih dan Kepala Dusun 6 Hotlan Purba dan anggota PMKRI Siantar (memakai baret merah) 

“Perbaikan jalan dan penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai adalah kebutuhan yang vital bagi masyarakat di sana. Khususnya dalam menunjang kemajuan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)," sebutnya, Kamis (17/5/2018).

Putra mendesak pemerintah harus segera memberi perhatian terhadap pembangunan jalan dan fasilitas pendidikan yang memadai.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun (Kadus) VI, Hotlan Purba menuturkan, jalan ke Saribu Raya kondisinya memprihatinkan. Pihaknya berharap, Bupati Simalungun JR Saragih dapat memperhatikan dan membangun jalan ke desa mereka.

"Situasi jalan yang rusak parah ini, sungguh melemahkan ekonomi masyarakat, karena sulitnya menjual hasil dari ladang, seperti karet dan coklat," sebutnya.

Terkait fasilitas pendidikan yang kurang memadai, Kadus lainnya, Anjung Saragih mengaku, ini menyebabkan anak-anak malas sekolah.

"Besar harapan kami agar fasilitas pendidikan dan kualitas pendidikan diperhatikan Bupati Simalungun," ungkap Anjung.

Kondisi ruangan kelas SD di Saribu Raya.

Di tempat berbeda, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Richard Sidabutar menyampaikan keprihatinannya atas sarana infrastruktur jalan dan sarana pendidikan yang belum memadai.

“Program Pemkab semestinya sudah memantapkan wajib belajar dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," sebutnya.

Pihaknya juga meminta Pemkab Simalungun memberi perhatian dalam meningkatkan perbaikan jalan dan sarana pendidikan di Saribu Raya. Hal ini agar sesuai dengan slogan Pemkab Simalungun 'Mantab'.

Penulis: tim. Editor: aan.