Thu 24 May 2018

Peredaran 1.500 Butir Pil Setan Digagalkan Satresnarkoba Binjai

Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak saat paparan kasus narkoba. TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN

Binjai, hetanews.com- Petugas Unit III Sat Reserse Narkoba Polres Binjai menggagalkan sebanyak 1.500 butir pil ekstasi beredar di Kota Binjai.

Barang bukti ini diamankan petugas setelah diamankannya tiga orang pria yang saat ini ditahan di sel tahanan Polres Binjai, Kamis (17/5/2018)

Dari tiga yang diamankan, di antaranya YS warga Jalan Teratai, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, yang dikenal bandar pil ekstasi antar kabupaten/kota di Sumut.

Sementara dua lainnya merupakan kurir yakni, Jim (40) warga Dusun Cinta Dapat, Gang Melati, Desa Padang Berahrang, Selesai, Langkat dan RH (36) warga Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Swadaya, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara.

Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak menjelaskan, ketiganya ditangkap hasil penyelidikan intensif selama hampir satu bulan. Penyelidikan tersebut dilakukan menyikapi informasi masyarakat yang resah terhadap aktifitas mau pun keberadaan terduga bandar ekstasi di Binjai Utara.

"Ketiga dibekuk usai polisi menyaru melakukan transaksi sebagai pembeli di Jalan Swadaya, Dusun V, Desa Sei Limbat, Selesai, Langkat, Selasa (15/5) pukul 15.00 WIB. Selain barang bukti narkoba, polisi juga menyita uang tunai hampir Rp200 juta dan enam telepon genggam," jelas Kapolres.

Saat diajak transaksi, target tak langsung mudah diajak melakukan perjanjian untuk bertemu, akhirnya YS mengamini permintaan polisi. Namun YS tak begitu mudah dikelabuhi. YS memilih mengirimkan dua kurirnya JIM dan RH untuk bertransaksi.

"Ketika transaksi berlangsung, Jim dan RH langsung diringkus. Sesaat setelah tersangka Jim dan RH tiba di lokasi transaksi, seketika itu pula anggota kita menangkap kedua pria tersebut, untuk selanjutnya diamankan menuju Mako Satresnarkoba Polres Binjai," ujar Kapolres.

Petugas tak mau berhenti pada peringkusan JIM dan RH. Petugas pun melalukan pengembangan menangkap target utama, YS. Petugas kemudian meminta YS bertransaksi pil ekstasi dengan jumlah lebih banyak. YS pun sepakat bertemu di Desa Sei Limbat, persisnya tak jauh dari lokasi penangkapan pertama.

"Kita ajak dia transaksi lebih banyak baru mau ketemu. Saat diamankan, menurut YS, selama ini dia mendapat pasokan ekstasi dari seorang pria kenalannya, yang tinggal di Kota Medan. Namun anggota kita gagal melakukan komunikasi dengan pria tersebut," pungkas Kapolres.

Akibat perbuatannya, ketiga pria ini ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disangkakan polisi telah melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang narkotika.

 

Sumber : tribunnews.com

Penulis: -. Editor: gun.